Geger, Trump Mendadak Ingin Temui Mojtaba Khamenei Ditengah Kebuntuan Perundingan, Saya Ingin.....

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Ditengah kembali memanasnya konflik antara AS - Israel dengan Iran lantaran proses perundingan damai menemui jalan buntu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendadak ingin temui Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

img_title Bukan Sekadar Soal Iran, Laporan Ini Disebut Bisa Mengubah Perhitungan Militer AS

"Saya ingin bertemu dengannya (Mojtaba Khamenei) dan mungkin kita akan bertemu suatu saat nanti, tergantung bagaimana semuanya berjalan," ungkap Trump seperti dilansir The New York post.

Trump juga menambahkan bahwa Motjaba Khamenei "terlibat, tentu saja" Ketika ditanya tentang kesehatan pemimpin tertinggi Iran itu Trump menyebut bahwa "saya tidak mendengar kabar bahwa kondisinya baik," katanya.

img_title Heboh Ketegangan di Gedung Putih Bocor, Menhan AS Diamuk Trump Terkait Perang Iran

"Jika anda percaya cerita cerita itu, dia kehilangan banyak bagian tubuh," sambungnya.

Sementara itu, dilansir laporan AFP, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada panel kongres pada hari Selasa bahwa Mojtaba Khamenei masih hidup dan semakin aktif.

img_title Teheran Ungkap Sinyal yang Tak Terduga, Kesepakatan Iran-AS Makin Dekat?

"Saya pikir ada indikasi di luar sana bahwa dia semakin terlibat pada tingkat tertentu," kata Rubio kepada komite hubungan luar negeri Senat.

Iran Tegaskan Jalur Perlawanan akan Terus Berlanjut

Dalam pernyataan yang dipublikasikan  kantor berita Tasnim News belum lama ini menyebut bahwa militer Republik Islam menegaskan bahwa bangsa Iran akan terus membawa panji perlawanan dan perjuangan menegakkan keadilan.

Mereka menyatakan komitmen untuk melanjutkan arah politik dan ideologi Republik Islam di bawah bimbingan Ayatollah Sayyid Mojtaba Khamenei.

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana kepemimpinan baru Iran berupaya menunjukkan kesinambungan arah negara di tengah perubahan besar yang terjadi pascakonflik.

Bagi Republik Islam, konsep perlawanan bukan hanya berkaitan dengan aspek militer.

Konsep tersebut juga mencakup ketahanan politik, ekonomi, sosial, dan budaya dalam menghadapi tekanan dari luar negeri.

Selama puluhan tahun, para pemimpin Republik Islam berulang kali menegaskan bahwa kebijakan perlawanan merupakan bagian utama dari strategi nasional negara tersebut.

Karena itu, setiap tekanan yang datang dari luar sering kali justru digunakan sebagai alat untuk memperkuat narasi persatuan nasional.

Dalam pernyataan terbaru itu, militer Republik Islam juga mengutuk perang yang disebut dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Halaman Selanjutnya
img_title