Takut Iran Ngamuk, Trump Tarik Mundur Pasukan Israel dari Lebanon: Sedang Dalam Perjalanan Pulang

Ilustrasi Presiden AS Donald Trump terkait perang Iran
Sumber :
  • Shealah Craighead/Official White House Photo

Siap – Komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC, telah memperingatkan Amerika Serikat dan Israel agar tidak melakukan eskalasi militer lebih lanjut di Gaza dan Lebanon.

img_title Korsel Terjepit di Tengah Konflik Iran-AS, Ada Tekanan dari Trump dan Ancaman Teheran

Jika peringatan ini dilanggar, IRGC berjanji akan memberi respon balasan yang tak pernah dibayangkan oleh Amerika maupun Israel. 

Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Komandan Pasukan Quds dari IRGC Brigadir Jenderal Esmaeil Qa’ani.

img_title Diplomasi Iran-AS Kembali Mengemuka, Nasib Selat Hormuz Ikut Dipertaruhkan

Ia berjanji, jika AS dan Israel tak menggubris, IRGC bukan cuma menyajikan perang tapi akan membuka front baru, yakni akan membuat lalu lintas maritim di Selat Bab el-Mandeb seperti Selat Hormuz saat ini.

“Agresi Zionis di Lebanon dan Gaza, yang dilakukan dengan dukungan tanpa malu-malu dari Amerika Serikat, akan semakin memperkuat tekad poros perlawanan untuk memperluas dukungannya bagi kedua front, bergerak menuju pengaktifan front lain, dan menyelaraskan kondisi lalu lintas di Selat Bab el-Mandeb dengan kondisi di Selat Hormuz,” katanya dikutip dari IRNA pada Rabu, 3 Juni 2026.

img_title Terjebak Perang Iran: Korsel Pusing Ditekan Trump tapi Nggak Sanggup Hadapi Teheran

Ilustrasi jika Iran kembali berperang lawan Amerika

Photo :
  • Tangkapan layar YouTube Kompas TV

Ia juga memperingatkan rezim Israel bahwa tindakannya di Lebanon selatan dan Gaza akan dibalas dengan operasi militer oleh gerakan perlawanan Palestina dan Lebanon.

Sebagaimana diketahui, rezim Israel mengumumkan rencana untuk membom distrik-distrik selatan Ibu Kota Lebanon, Beirut, dan mengeluarkan perintah evakuasi bagi penduduk di sana. 

Langkah tersebut diambil setelah rezim tersebut memperluas operasi militernya di Lebanon selatan selama pekan lalu.

Sebagai tanggapan, Iran kemudian menangguhkan pertukaran pesan dengan Amerika Serikat melalui perantara Pakistan. 

Teheran berpendapat bahwa gencatan senjata dengan Washington, yang mulai berlaku pada 8 April, mencakup penghentian pertempuran di semua lini, termasuk Lebanon.

Merespon ancaman dari Republik Islam, Presiden AS Donald Trump mengaku telah menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan memerintahkannya untuk menghentikan agresi militer ke wilayah Lebanon.

"Tidak akan ada pasukan yang pergi ke Beirut, dan pasukan yang sedang dalam perjalanan telah dipulangkan," tulis Trump melalui akun media sosial pribadinya.

Trump juga mengatakan ia telah menghubungi Hizbullah melalui perwakilan yang berkedudukan tinggi. 

Halaman Selanjutnya
img_title