Bela Lebanon, Iran Bunyikan Alarm Serbuan Rudal ke Israel: Mengungsilah Jika Ingin Hidup
- Instagram Gaza Update Indonesia
"Jadi saya menganggap, dalam dalam kondisi seperti ini maka sebenarnya Trump juga punya kekhawatiran, kalau dibiarkan bahwa krisis di Libanon akan menjadi pukulan telak bagi proses perundingan yang ada," imbuhnya.
Kemudian di sisi yang lain, Trump menginginkan agar perundingan yang sedang berlangsung bisa terus berproses, sehingga tidak mengalami kemunduran kepada titik nol seperti yang bisa terjadi kalau ini tidak diambil.
"Dan ini menurut saya perkembangan-perkembangan yang sekali lagi sangat menarik, karena ini tali temali di antara kepentingan-kepentingan yang ada," ucap Satrawi.
Ia menjelaskan, bahwa agresi militer Israel terhadap Libanon terjadi sejak 8 April, setelah Amerika dengan Iran melakukan genjatan senjata.
Secara prinsip politik, ketika Amerika ingin berdamai dengan Iran, ingin mengakhiri perang ini melalui perundingan, melalui diplomasi, justru Israel berada pada posisi yang terbalik.
Zionis ingin melanjutkan perang ini, ingin memenangkan pertempuran tanpa negosiasi.
"Dan ketika Trump mengambil opsi untuk memediasi maka sebenarnya Netanyahu berada pada posisi yang sangat dirugikan, maka berbagai macam manuver dia lakukan, termasuk dengan menyulut eskalasi di Libanon," kata Satrawi.
"Kalau kita ingat dalam perkembangan setelah 8 April itu kan ketika genjatan senjata Iran juga mensyaratkan bahwa genjatan senjata ini juga berlaku bagi di Libanon."
Awalnya Hizbullah di Libanon juga mentaati kesepakatan tersebut. Namun perjanjian itu dirusak ketika Israel terus menyerang.
Beberapa jam kemudian Hizbullah memilih untuk meladeni dan melawan serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel.
Hal itulah yang menurut Satrawi membuat konflik ini terus membara dan terus membawa kepada situasi yang sangat mengkhawatirkan.
"Terutama dengan perkembangan terbaru tadi yang saya bilang, Israel menguasai benteng yang sangat bersejaralah dalam Libanon."
"Bahkan, sempat memberikan perintah untuk masuk lebih dalam sampai ke wilayah dan bagian Bairut yang itu menjadi garis merah bagi Amerika dan komunitas internasional," tutupnya.