Bela Lebanon, Iran Bunyikan Alarm Serbuan Rudal ke Israel: Mengungsilah Jika Ingin Hidup
- Instagram Gaza Update Indonesia
Siap – Iran menegaskan bakal membela Lebanon menghadapi agresi militer Israel yang disebut sebagai manuver ilegal. Tak hanya itu, Teheran kini menolak untuk melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat.
Peringatan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers pada Senin 1 Juni 2026.
Ia menjelaskan, bahwa agresi militer Israel adalah bukti pelanggaran atas kesepakatan gencatan senjata yang juga berlaku di Lebanon.
Hal itu tak terpisahkan dari setiap kesepakatan akhir antara Iran dan Amerika Serikat.
Menurutnya, segala peningkatan kejahatan rezim Israel di Lebanon telah menghancurkan segala upaya diplomatik yang dilakukan Washington.
"Kami telah menekankan dan terus menekankan bahwa gencatan senjata di Lebanon merupakan bagian integral dari setiap gencatan senjata, dan setiap kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang," katanya.
"Karena alasannya sangat jelas, peningkatan kejahatan rezim zionis dari Lebanon dalam beberapa hari terakhir sebenarnya tidak lebih dari penghancuran setiap kemungkinan kecil, bahwa proses diplomatik dapat mengarah pada perbaikan situasi dan Amerika bertanggung jawab atas situasi ini," sambung dia.
Kota rudal bawah tanah Iran siap beroperasi serang Israel
- Istimewa
Sementara itu, disitat dari kanal YouTube Kompas, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut agresi Israel sebagai bukti nyata ketidakpatuhan AS terhadap gencatan senjata.
Melalui unggahan di akun media sosialnya, Ghalibaf juga menekankan bahwa setiap pilihan memiliki harga dan tagihan tersebut harus dibayar.
Pernyataan Iran muncul setelah Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militernya untuk melancarkan serangan udara ke Ibu Kota Lebanon Beirut.
Sedangan itu menjadi eskalasi terbaru meskipun genjatan senjata selama 45 hari di Lebanon masih berlaku hingga saat ini.
Sebelumnya militer Israel juga dilaporkan memperluas operasi daratnya di Lebanon Selatan.
Militer Israel menyatakan pasukan darat mereka melakukan operasi ofensif untuk memperluas garis pertahanan dan kini menjangkau wilayah-wilayah tambahan di Lebanon Selatan.
Pasukan Israel bahkan dilaporkan telah menyeberangi Sungai Litani serta menguasai bukit strategis yang menjadi lokasi benteng bersejarah yakni Benteng Beaufort.
Iran Hentikan Negosiasi dengan AS, Ancam Perang
- Siap.viva/AF Post
Menanggapi perkembangan tersebut, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menuduh Israel menerapkan kebijakan bumi hangus di wilayah selatan negaranya.