Trump Mati Langkah di Perang Iran, Analis Geopolitik: AS Salah Perhitungan, Niat Unjuk Kekuatan Malah.....

Potret Ilustrasi Presiden AS Donald Trump
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube

Siap –Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran disebut sebut membuat Donald Trump dibuat kehabisan cara alias mati langkah.

img_title Tak Sudi Diatur AS dan NATO, Iran: Kami Akan Terus Menempuh Jalur Nuklir

Analis Geopolitik, Laksamana Muda TNI (Purn) Surya Wiranto menilai, dalam pertempuran ini, AS terlihat kaget dan tak menyangka dengan kekuatan militer Iran.

"Amerika Serikat itu kenyataannya kurang memperhatikan atau memperhitungkan atau tidak tahu tentang kekuatan Iran yang ternyata selama ini itu dibangun seperti itu," katanya dikutip dari kanal YouTube tv One pada Senin, 1 Juni 2026.

img_title Washington Serba Salah, Iran Punya Cara Membuat Armada AS Terus Mengeluarkan Biaya

Menurutnya, kekuatan tersebut terlihat setelah AS melakukan serangan ke Teheran dan dibalas dengan sangat agresif oleh Republik Islam sejak 28 Februari 2026.

"Setelah itu kita melihat kejayaan Iran untuk menyerang balik Amerika, seperti di pangkalan-pangkalan Amerika yang ada di delapan negara kawasan (Timur Tengah)."

img_title 6 Veteran Garis Keras Iran Pimpin Pertempuran, Strategi Teheran Bikin AS Berantakan

Namun demikian, terkait laporan yang diklaim oleh masing-masing negara, menurut Surya perlu ditelaah lebih dalam.

"Karena dalam perang itu ada yang namanya information warfare ya. Saling klaim kemenangan. Misalnya Amerika menembak pesawat Iran ya, menenggelamkan kapal-kapal destroyernya. Menembak drone-nya dan sebagainya."

"Demikian juga Iran, misalnya ini klaim 150 drone Amerika Serikat sudah ditembak, 16 jet tempur Amerika juga tembak. Itu kalau menurut pengamatan saya selama ini itu tidak bisa kita verifikasi secara independen," sambungnya.  

Surya juga mengaku mendapat laporan bahwa Teheran telah menembak jatuh beberapa aset udara Amerika Serikat, termasuk drone yang dibanggakan MQ-9 Riper.

Kemudian juga mengklaim pernah memaksa F-35 dan RQ4 mundur dari wilayah udara mereka.

"Sejak itu kan serangan-serangan udara menggunakan pesawat tempur itu tidak berani melintasi wilayah udara Iran. Dan beberapa sumber itu juga menyebut, bahwa Amerika Serikat memang kehilangan sejumlah drone."

Lalu juga terdapat laporan setidaknya satu jet tempur AS ini yakni F-15 E Strike Eagle ditembak jatuh pada April lalu.

Setelah itu dilakukan operasi ke darat untuk menyelamatkan pilot AS.

"Nah, itu nampak jelas memang. Jadi information warfare ini memang menarik ya. Jadi kita tidak bisa melihat dari keterangan satu sisi."

Halaman Selanjutnya
img_title