Beirut Terancam Dibombardir Israel, Iran dan Yaman Siapkan Balasan Mengerikan

Iran dan Yaman bela Lebanon
Sumber :
  • Siap.viva/AI

Siap – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran dan Ansarallah Yaman mengeluarkan peringatan keras terkait ancaman serangan Israel terhadap ibu kota Lebanon, Beirut.

img_title Tak Seperti Klaim Trump, Iran Ungkap Kekuatan Senjata yang Masih Dimiliki

Kedua pihak menegaskan bahwa pemboman terhadap Beirut merupakan garis merah yang tidak boleh dilanggar.

Peringatan tersebut muncul ketika Israel meningkatkan tekanan militernya terhadap Lebanon dan mengeluarkan ancaman untuk memperluas operasi ke wilayah Beirut serta kawasan Dahiyeh yang selama ini dikenal sebagai basis utama Hizbullah.

img_title Trump Klaim Selat Hormuz Akan Masuk Wilayah AS, Begini Jawaban Menohok Iran

Dalam pernyataan yang beredar luas di media regional, Ansarallah Yaman menyatakan bahwa Poros Perlawanan akan memberikan respons terhadap setiap agresi besar Israel yang menyasar ibu kota Lebanon.

Pernyataan itu langsung menarik perhatian karena menunjukkan adanya koordinasi sikap di antara kelompok-kelompok yang selama ini berada dalam poros yang didukung Republik Islam.

img_title Washington Kembali Tekan Iran, Teheran Justru Kirim Sinyal Keras soal Selat Hormuz

Di saat yang sama, Menteri Luar Negeri Sayyid Abbas Araghchi juga menegaskan bahwa pelanggaran gencatan senjata di Lebanon akan diperlakukan sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang lebih luas antara Republik Islam dan Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Teheran kini menghubungkan perkembangan di Lebanon dengan seluruh proses diplomasi yang sedang berlangsung dengan Washington.

Situasi menjadi semakin sensitif setelah muncul laporan bahwa Republik Islam menghentikan seluruh komunikasi tidak langsung dan pertukaran pesan dengan Amerika Serikat melalui mediator sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.

Langkah itu dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Republik Islam mulai kehilangan kepercayaan terhadap proses diplomasi yang sebelumnya berjalan cukup intensif.

Banyak pengamat menilai perkembangan terbaru ini dapat menjadi titik balik yang menentukan arah konflik Timur Tengah dalam beberapa pekan ke depan.

Republik Islam Hentikan Negosiasi, Diplomasi Terancam Gagal

Keputusan Republik Islam menghentikan komunikasi dengan Amerika Serikat menjadi salah satu perkembangan paling penting dalam dinamika kawasan saat ini.

Menurut laporan media yang dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, penghentian komunikasi dilakukan karena Israel dianggap terus melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan yang sebelumnya menjadi bagian dari syarat gencatan senjata regional.

Halaman Selanjutnya
img_title