Segera Mengungsi, Iran Bersiap Kirim Hujan Rudal ke Wilayah Palestina Utara yang Diduduki Israel
- Istimewa
Siap – Komando pusat militer Iran yakni Khatam al-Anbiya dikabarkan telah mengeluarkan peringatan kepada warga sipil untuk segera pergi dari wilayah Palestina utara yang diduki Israel.
Peringatan ini diberikan sebagai respons balasan terhadap rencana Israel yang mengancam akan menyerang Ibu Kota Lebanon dan pinggiran selatannya, Beirut.
Dikutip dari berbagai sumber, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan melakukan serangan besar ke wilayah Beirut dan Dahiyeh serta mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di wilayah tersebut.
Merespon hal itu, Iran tak tinggal diam. Republik Islam tersebut menganggap serangan ke Lebanon sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.
Ilustrasi Iran buka pintu rudal jumbo hadapi Amerika dan Israel
- Istimewa
Teheran lantas menuntut Israel menghentikan operasi militernya di Lebanon. Jika peringatan ini tak digubris maka Republik Islam bakal melancarkan balasan.
Komandan Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Ali Abdullahi, bahkan meminta warga sipil di wilayah utara dan permukiman militer di wilayah pendudukan Israel itu untuk pergi demi keselamatan mereka sendiri.
Trump Marah Besar Gegara Netanyahu
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump marah besar terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu lantaran dianggap dapat menggagalkan proses negosiasi perdamaian dengan Iran.
Pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi, mengatakan bahwa ada perkembangan yang menarik terkait kondisi saat ini.
"Saya ingin berangkat dari perkembangan terbaru dan menurut saya ini perkembangan yang sangat penting, yaitu terkait dengan perkembangan di Libanon," katanya dikutip dari kanal YouTube tv One pada Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut informasi yang beredar, Israel telah berhasil menduduki Kastil Beaufort atau Benteng Shaqif.
Itu adalah salah satu tempat yang itu mempunyai nilai historis secara politik.
Netanyahu kemudian mengklaim keberhasilan tersebut sebagai simbol kemenangan perang besar yang dilakukan oleh Israel.
"Saya secara pribadi menganggap ini sebagai fase kesembilan dari perang panjang sejak 28 Februari yang substansi-substansinya nanti akan saya sampaikan," tuturnya.
Menurut Satrawi, perkembangan yang terjadi saat ini sangatlah penting.
"Satu, kita tahu akibat daripada perkembangan yang terbaru di Libanon. Maka kemudian Iran dalam sikap yang terbaru beberapa jam terakhir, menyatakan menghentikan surat-menyurat dengan Amerika," jelasnya.