Naik Pitam, Iran Bakal Bubarkan Paksa Blokade Laut AS di Selat Hormuz?
- Istimewa
Siap –Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyid Mojtaba Khamenei, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa Teheran siap memaksa Washington menghentikan blokade laut terhadap negaranya.
Dalam wawancara dengan CGTN pada 29 Mei, Rezaei menegaskan Republik Islam memiliki berbagai opsi untuk menghadapi tekanan yang terus diberikan Amerika Serikat dan sekutunya.
Menurut mantan panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) itu, tujuan utama kebijakan Amerika Serikat dan Israel di kawasan tidak hanya terkait program nuklir Iran, tetapi juga menyangkut perubahan tatanan geopolitik Timur Tengah secara menyeluruh.
Ia menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memiliki visi strategis yang serupa terhadap kawasan.
Menurut Rezaei, kedua pemimpin tersebut ingin membentuk tatanan regional baru yang dimulai dengan melemahkan Republik Islam.
"Republik Islam tetap menjadi hambatan utama dalam upaya menggambar ulang Timur Tengah. Selama Iran masih berdiri tegak, tidak mungkin mengubah peta Asia Barat," kata Rezaei.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan diplomatik, ekonomi, dan militer terhadap Teheran dalam beberapa tahun terakhir. Republik Islam saat ini masih menghadapi berbagai sanksi ekonomi yang diberlakukan Amerika Serikat sejak Washington keluar dari kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2018.
Selain itu, ketegangan regional semakin meningkat setelah serangkaian konflik yang melibatkan kelompok-kelompok sekutu Republik Islam di Lebanon, Irak, Suriah, Yaman, dan wilayah Palestina.
Rezaei menilai konflik yang sedang berlangsung di kawasan tidak dapat dipahami hanya dari sudut pandang keamanan atau persaingan militer.
Menurutnya, perang yang terjadi saat ini memiliki dimensi geopolitik yang jauh lebih luas.
Ia mengatakan tujuan utama pihak-pihak yang menekan Republik Islam adalah memperoleh akses strategis ke kawasan yang menghubungkan Asia Barat dengan Tiongkok bagian barat dan Rusia bagian selatan.
Selain itu, wilayah tersebut juga memiliki cadangan energi yang sangat besar. Rezaei menilai sumber daya energi Republik Islam, Teluk Persia, Asia Tengah, dan kawasan Kaukasus menjadi faktor penting yang mendorong persaingan kekuatan global.
Ia juga menuding Israel memiliki ambisi memperluas pengaruhnya di sejumlah wilayah Timur Tengah.