Iran Serang Pangkalan Militer Amerika, Dunia Mulai Khawatir Perang Dunia Ketiga Meledak
- Siap.viva/Global Surveillance
Siap – Iran kembali mengguncang dunia internasional setelah meluncurkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Serangan tersebut dilakukan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC sebagai respons atas agresi militer Amerika Serikat di dekat Bandar Abbas.
Aksi saling serang itu langsung memicu kekhawatiran global terhadap kemungkinan pecahnya konflik regional besar yang dapat menyeret banyak negara.
Ketegangan terbaru ini juga membuat isu potensi Perang Dunia Ketiga kembali menjadi perbincangan luas di media internasional dan media sosial.
IRGC mengonfirmasi bahwa pangkalan udara Amerika Serikat menjadi target operasi militer balasan Republik Islam.
Menurut IRGC, langkah tersebut diambil setelah pasukan Amerika melakukan serangan lebih awal di sekitar Bandara Bandar Abbas pada hari yang sama.
Bandar Abbas merupakan kawasan strategis Republik Islam yang berada di dekat Selat Hormuz.
Wilayah itu menjadi jalur vital perdagangan energi dunia karena sekitar seperlima pasokan minyak global melewati perairan tersebut.
Karena itu, setiap eskalasi militer di kawasan tersebut selalu memicu kekhawatiran pasar internasional.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap tindakan militer Amerika Serikat.
"Serangan ini merupakan peringatan bahwa agresi lebih lanjut tidak akan dibiarkan tanpa balasan," kata IRGC.
Korps elite Republik Islam itu juga mengancam akan memberikan respons yang jauh lebih kuat apabila serangan Amerika Serikat kembali terjadi.
Pernyataan keras tersebut menunjukkan bahwa Republik Islam kini mengambil posisi yang lebih agresif dalam menghadapi tekanan Washington dan sekutunya.
Konflik terbaru ini terjadi di tengah situasi Timur Tengah yang memang sudah sangat tegang akibat perang berkepanjangan di Gaza, konflik Laut Merah, dan meningkatnya rivalitas Iran dengan Israel.
Beberapa bulan terakhir, kawasan Timur Tengah terus berada di ambang eskalasi besar.
Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya di kawasan, sementara Republik Islam dan kelompok sekutunya memperluas operasi perlawanan di berbagai front.
Bandar Abbas Jadi Titik Panas Baru
Bandar Abbas memiliki arti penting bagi strategi pertahanan Republik Islam.