Iran Bombardir Pangkalan Militer Amerika Pagi Tadi, IRGC: Agresi Tidak Akan Dibiarkan Tanpa Balasan
- Istimewa
Siap – Iran kembali membuktikan ancamannya, membalas agresi militer Amerika Serikat yang terjadi di tengah upaya perundingan damai.
Serangan itu dilancarkan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC setelah pasukan Amerika Serikat menyasar aset Iran di kawasan Bandar Abbas.
Dilansir dari kantor berita Irna, IRGC menekankan bahwa musuh harus tahu, tidak ada agresi yang akan dibiarkan tanpa balasan.
Sebagai respon atas tindakan AS, IRGC kemudian melakukan serangan balasan ke Pangkalan Udara Amerika sekira pukul 04:50 waktu setempat.
"Respons ini merupakan peringatan serius agar musuh tahu bahwa agresi tidak akan dibiarkan tanpa balasan, dan jika diulangi, militer Iran akan merespons dengan lebih tegas," kata IRGC.
IRGC menambahkan, bahwa tanggung jawab atas konsekuensinya terletak pada pihak agresor.
Pemimpin Tertinggi Iran Motjaba Khamenei
- Istimewa
Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Sayyid Mojtaba Khamenei juga memperingatkan, bahwa pihaknya akan bertindak tegas terhadap AS.
"Amerika Serikat tidak hanya tidak akan lagi memiliki tempat berlindung yang aman untuk kejahatannya dan untuk mendirikan pangkalan militer di wilayah tersebut, tetapi hari demi hari, ia semakin menjauh dari statusnya yang dulu."
Hari Pembalasan
Sementara itu, Iran siap menghadapi kemungkinan gagalnya perundingan terkait nota kesepahaman atau MoU dengan Amerika Serikat (AS).
Skenario perang lanjutan ini telah disiapkan Republik Islam Iran meski ada indikasi yang mengarah pada kemungkinan pengumuman MoU.
Disitat dari kantor berita Tasnim News, kesiapan Iran dengan segala bentuk opsi tersebut mempertimbangkan rekam jejak provokasi perang dan kejahatan oleh pemerintah AS dan Israel.
Angkatan Bersenjata Republik Islam telah menyiapkan kemungkinan tindakan permusuhan apa pun dari AS serta rezim zionis Israel.
Mereka selalu tetap dalam kesiapan penuh terlepas dari status negosiasi.
Sebuah sumber militer baru-baru ini mengatakan kepada Tasnim, bahwa jika Amerika sekali lagi melakukan kesalahan perhitungan dan melakukan agresi atau tindakan kriminal terhadap Iran, mereka akan menghadapi konfrontasi versi ketiga dari Republik Islam.
Balasan tersebut akan berbeda dari dua perang sebelumnya dalam hal strategi, taktik, tujuan, dan peralatan.