Saksi Beberkan Detik-detik Teror Berkedok Pocong di Depok: Mereka Bawa Celurit
- Istimewa
Siap – Aksi teror yang dilakukan oleh sekelompok orang misterius dengan modus berkostum ala pocong telah meresahkan warga Depok.
Setidaknya hal itu dirasakan oleh Nurjanah, salah satu warga Jatijajar, Kecamatan Tapos, yang belum lama ini mengaku rumahnya disatroni pelaku tersebut.
Ia memastikan, bahwa kasus ini bukanlah hoax. Pelaku yang mengenakan kostum ala pocong itu berjumlah tiga orang dan membawa senjata tajam.
Nurjanah mengatakan, teror pocong-pocongan itu telah dua kali menyasar kediamannya. Yakni pada Jumat dan Sabtu malam.
Kejadian pertama diketahui sekira pukul 00:30 WIB. Aksi pelaku dipergoki oleh sang anak yang terjaga dari tidurnya.
Namun karena takut, pelaku akhirnya tidak ditangkap.
"Dia ngeri karena si pocongnya itu bawa celurit. Jadi takutnya dia bertindak gitu," katanya saat dikonfirmasi pada Selasa, 26 Mei 2026.
Nurjanah menjelaskan, pelaku teror itu masuk melalui pagar depan saat kondisi lingkungan sepi.
"Pertama tuh malam Jumat dia ngetok di sini (kaca kamar) tiga kali. Nah, tiga kali diketok, terus ada motor lewat dua orang, dia (pelaku) keluar lagi lewat sini," ujarnay sambil menunjuk arah pagar.
Rupanya, pelaku kembali beraksi pada Sabtu malam.
"Datang, bukan ngetok jendela tapi ngetok pintu. Habis ngetok pintu, nah terus dia mau matiin ini (meteran listrik) tapi di sini kan ada karpet kayak gini. Terus ada motor juga lewat, dia duduk (ngumpet di teras). Terus kabur."
"Terus setelah beberapa menit, anak saya beraniin keluar, buka pintu. Nah, ngintip dari sini kan (pager)? Dia fotoin begini nih. Dia fotoin kan yang pocong berdiri itu di jalan. Nah, terus dia ngintip lagi ke sini, ada dua juga, tapi ke arah berlawanan. Jadi totalnya tiga (pelaku)," sambungnya.
Akibat kejadian itu, Nurjanah dan keluarga mengaku sangat resah.
"Aduh bener, saya enggak bisa tidur. Dirondain sama keluarga sendiri."
Di sisi lain ia mengaku kecewa karena pengurus lingkungan kurang sigap dalam mengatasi persoalan ini.
"Malam Minggu rapat sama warga RT 06, saya pikir dengan rapat itu hasilnya mungkin ada gotong royong, maksudnya kayak bikin ronda gitu. Ternyata enggak, enggak ada yang bersedia untuk ronda warga. Katanya diimbau ya udah lebih berhati-hati aja. Sebenarnya kecewa, kecewa banget karena kan memang gambar itu bukannya editan."