Mengerikan! Iran Serang Pasukan AS Berulang Kali dalam 24 Jam, Rudal Ditujukan ke Jet Tempur Amerika

Ilustrasi konflik Amerika Serikat dan Iran
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memuncak.

img_title Selat Hormuz Jadi Medan Strategis, Iran Mulai Membatasi Ruang Gerak Negara Pendukung AS

Pejabat AS mengungkapkan kepada Al Jazeera bahwa Republik Islam telah berulang kali mencoba menyerang pasukan Amerika dalam 24 jam terakhir.

Salah satu insiden yang paling mengkhawatirkan melibatkan rudal permukaan-ke-udara (surface-to-air missile) yang diluncurkan Republik Islam ke arah jet tempur Amerika.

img_title Iran Peringatkan AS, Serangan ke Aset Energi Teheran Bisa Picu Perang Lebih Luas

"Orang Iran mencoba menyerang pasukan AS beberapa kali dalam 24 jam terakhir," ujar pejabat AS tersebut.

"Salah satu insiden melibatkan orang Iran yang meluncurkan rudal permukaan-ke-udara ke jet tempur AS," lanjutnya.

img_title Iran Kecam Sikap Kanada yang Pro Amerika: Padahal Kerap Ditindas AS

Serangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang tengah berlangsung di Qatar dan Islamabad.

Republik Islam dan AS sedang berusaha mencapai Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.

Rentetan Serangan di Tengah Negosiasi yang Genting

Insiden peluncuran rudal ke jet tempur AS ini bukanlah kejadian yang terisolasi.

Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa eskalasi militer justru meningkat di saat para diplomat duduk bersama untuk merundingkan perdamaian.

Ledakan terdengar di dekat Bandar Abbas, provinsi selatan Hormozgan, pada Senin, 25 Mei 2026 pagi waktu setempat.

Kantor berita Republik Islam, Fars News Agency, melaporkan bahwa penduduk mendengar suara beberapa ledakan keras di dekat pangkalan udara taktis di wilayah tersebut.

"Beberapa menit yang lalu, penduduk di Bandar Abbas mendengar suara beberapa ledakan. Lokasi dan sumber pasti dari suara ini masih belum diketahui," lapor Fars.

Sementara itu, Republik Islam mengklaim telah menembak jatuh sebuah "drone musuh" di area Teluk Persia pada hari yang sama.

Klaim ini menunjukkan bahwa operasi militer di kawasan tersebut terus berlangsung meskipun gencatan senjata nominal telah diberlakukan sejak 8 April 2026.

"Pagi ini, sebuah drone musuh juga ditembak jatuh oleh angkatan bersenjata Republik Islam di area Teluk Persia," tambah laporan Fars.

Jika klaim Republik Islam berhasil menembak atau bahkan merusak jet tempur AS dalam insiden terbaru ini, itu bukanlah pertama kalinya.

Sejak perang pecah pada 28 Februari, militer Republik Islam telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan pertahanan udaranya.

Halaman Selanjutnya
img_title