Jelang Perundingan Damai AS-Iran, 24 Tentara Tewas Akibat Bom Kereta di Pakistan, Ini Dalangnya
- Tasnim News
Siap – Sejumlah tentara dilaporkan tewas dalam ledakan kereta api yang terjadi di Kota Quetta, Pakistan. Peristiwa ini menjadi catatan serius di tengah upaya perundingan damai AS dan Iran di negara tersebut.
Dikutip dari kantor berita Tasnim News, Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk keras pemboman teroris yang menargetkan kereta api di kawasan tersebut.
Sedikitnya 24 orang tewas dan melukai lebih dari 50 lainnya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengecam serangan di stasiun kereta api Quetta, Pakistan.
Tak lupa ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban dan mendoakan kesembuhan yang cepat bagi yang terluka.
Baqaei menyatakan solidaritas Republik Islam dengan pemerintah dan rakyat Pakistan.
"Iran adalah negara yang secara konsisten berada di garis depan dalam memerangi terorisme, menganggap memerangi fenomena yang mengancam terorisme sebagai tanggung jawab internasional."
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi antar negara tetangga dalam memerangi kelompok teroris dan pendukungnya secara terus-menerus.
Kelompok separatis Balochistan Liberation Army telah mengaku bertanggung jawab atas serangan hari Minggu tersebut.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga telah mengutuk serangan tersebut.
“Tindakan terorisme pengecut seperti itu tidak dapat melemahkan tekad rakyat Pakistan. Kami tetap teguh dalam tekad kami untuk memberantas terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya,” katanya melalui media sosial X.
Tensi Panas Trump vs Netanyahu
Hubungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan sempat memanas karena perbedaan pandangan terkait konflik antara mereka dengan Teheran.
Dikutip dari kanal YouTube Kompas, ketegangan itu mencapai puncaknya dalam percakapan telepon yang terjadi pada Selasa, 19 Mei 2026.
Berdasarkan laporan media Axios, Netanyahu disebut menunjukkan reaksi yang sangat emosional setelah mengetahui arah kebijakan terbaru Washington.
Seorang sumber yang dikutip Axios melalui India Today menyebut kondisi Netanyahu setelah telepon itu seperti orang yang rambutnya terbakar karena panik dan gelisah.
Bagi orang-orang terdekat Netanyahu, respon emosional tersebut dianggap bukan sesuatu yang mengejutkan.