Sepak Terjang Angela Palmeras, Guru Cantik yang Ditahan Polisi Usai Kencani Siswa
- Instagram Interaksi
Siap – Seorang guru cantik yang diketahui bernama Angela Palmares, terpaksa berurusan dengan polisi lantaran diduga melakukan hubungan intim dengan murid laki-laki di tempatnya mengajar.
Penyelidikan ini dilakukan setelah pihak sekolah melaporkan adanya komunikasi yang dianggap tidak pantas antara Angela Palmares dengan salah seorang siswa.
Polisi kemudian mengumpulkan bukti dan menerbitkan surat penangkapan sebelum akhirnya wanita berusia 27 tahun itu diamankan di Bell County tanpa perlawanan.
Angela Palmeras sendiri diketahui merupakan guru pengganti di salah satu sekolah di kawasan Texas, Amerika Serikat.
Distrik sekolah langsung menghapus namanya dari daftar guru pengganti setelah kasus tersebut mencuat.
Ia dituntut atas tindak pidana hubungan tidak pantas antara pendidik dan siswa, yang termasuk pelanggaran tingkat dua di Texas.
Menurut laporan media setempat, Palmares ditahan dengan jaminan sebesar 150 ribu dolar AS.
Namun demikian, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai jumlah siswa yang terlibat maupun usia mereka.
Pihak sekolah menyatakan tidak bisa memberikan detail lebih lanjut demi menjaga privasi siswa dan proses hukum yang sedang berjalan.
Sementara itu, disitat dari laman berita wctv, pihak berwenang tengah melakukan pengumpulan bukti untuk melengkapi surat perintah penangkapan untuk Palmares.
Kantor sheriff mengatakan para penyelidik bekerja sama dengan Departemen Keamanan Publik Texas dalam membantu menemukan guru cantik itu di daerah Temple sebelumnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses investigasi masih berlangsung.
Distrik sekolah langsung menghapus namanya dari daftar guru pengganti setelah kasus tersebut mencuat.
Ia dituntut atas tindak pidana hubungan tidak pantas antara pendidik dan siswa, yang termasuk pelanggaran tingkat dua di Texas.
Menurut laporan media setempat, Palmares ditahan dengan jaminan sebesar 150 ribu dolar AS.
"Pihak distrik menanggapi semua tuduhan seperti ini dengan sangat serius dan tetap berkomitmen untuk menyediakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi siswa," bunyi keterangan yang dihimpun dari foxnews.
"Saat ini, kami tidak dapat memberikan detail tambahan karena pertimbangan privasi personel dan siswa."
Namun demikian, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai jumlah siswa yang terlibat maupun usia mereka.