Trump Bikin Panas Meja perundingan AS-Iran, Pezeshkian: Tidak Ada Kompromi Jika Menyangkut Martabat Negara

Potret Ilustrasi Presiden Iran dan Donald Trump
Sumber :
  • Istimewa

SiapPresiden Amerika Serikat Donald Trump langsung mendapat sorotan tajam ditengah proses perundingan damai dengan Iran yang disebut sebut tinggal menunggu hasil finalisasi.

img_title Iran Bidik Titik Lemah Trump, Konflik Diprediksi Terus Berlanjut

Sorotan tersebut datang lantaran Donald Trump mengunggah gambar Bendera Amerika Serikat yang menutupi peta Iran disertai tulisan United States of the Middle East? di Truth Social.

Dilansir dari laporan Al Jazeera Minggu (24/5), parahnya unggahan tersebut muncul di tengah negosiasi yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran untuk mencapai gencatan senjata yang lebih permanen.

img_title Teheran Perluas Strategi Hadapi Amerika, Selat Hormuz Jadi Kunci Tekanan Iran

Sontak hal tersebut membuat sejumlah analis menilai bahwa unggahan itu berpotensi memicu terjadinya ketegangan baru di kawasan mengingat sejarah intervensi militer AS di Timur Tengah serta dorongan pemerintahan Trump untuk memperluas pengaruh geopolitik AS.

Unggahan itu juga dinilai bertentangan dengan pernyataan pemerintah Trump yang menegaskan bahwa Washington tidak mencari pendudukan jangka panjang maupun pergantian rezim secara langsung di Iran.

img_title Iran Tebar Ancaman Baru di Yordania, Intelijen AS Ketar-Ketir Serangan Iran Kian Ganas

Sementara itu disisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian kembali menegaskan, bahwa pihaknya tak akan pernah berkompromi jika hal itu menyangkut martabat negara.

Sikap tegas ini ditunjukkan Pezeshkian meski kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat tampaknya semakin mendekati titik temu.

"Kami dan tim negosiasi kami sekali lagi tidak akan mengorbankan kehormatan dan harga diri negara dalam negosiasi ini," katanya dikutip pada Senin, 25 Mei 2026.

Lebih lanjut Pezeshkian juga mengatakan, bahwa negaranya tidak pernah mencari permusuhan di kawasan Timur Tengah.

Ia justru menuding Israel-lah yang telah mengganggu kawasan tersebut.

Menurutnya, rezim zionis terus mengupayakan ambisinya untuk mewujudkan rencana Israel raya dan berkonspirasi untuk menjaga agar perang, kerusuhan, dan perselisihan di kawasan Teluk Persia tetap hidup.

"Izinkan saya meyakinkan dunia bahwa kami tidak mencari senjata nuklir, juga tidak mencari kerusuhan di kawasan ini. Yang mengganggu kawasan ini adalah Israel yang mengejar rencana Israel Raya," tegasnya.

Ia menilai, Israel telah berkonspirasi dengan berbagai cara untuk menjaga agar perang, kerusuhan dan perselisihan tetap hidup di kawasan ini.

Sementara itu, disitat dari kanal YouTube Kompas, Presiden AS Donald Trump menyebut negosiasi dengan Iran berjalan tertib dan konstruktif pada Minggu 24 Mei 2026.

Halaman Selanjutnya
img_title