Trump Unggah Bendera AS Menutupi Peta Iran, United States of the Middle East?, Pengamat: Perilaku ini Merusak ......
- Tangkapan layar YouTube
Siap –Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung mendapat sorotan tajam ditengah proses perundingan damai dengan Iran yang disebut sebut tinggal menunggu hasil finalisasi.
Sorotan tersebut datang lantaran Donald Trump mengunggah gambar Bendera Amerika Serikat yang menutupi peta Iran disertai tulisan United States of the Middle East? di Truth Social.
Potret tangkapan layar unggahan Donald Trump yang beredar luas di media sosial
- Istimewa
Dilansir dari laporan Al Jazeera Minggu (24/5), parahnya unggahan tersebut muncul di tengah negosiasi yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran untuk mencapai gencatan senjata yang lebih permanen.
Sontak hal tersebut membuat sejumlah analis menilai bahwa unggahan itu berpotensi memicu terjadinya ketegangan baru di kawasan mengingat sejarah intervensi militer AS di Timur Tengah serta dorongan pemerintahan Trump untuk memperluas pengaruh geopolitik AS.
Unggahan itu juga dinilai bertentangan dengan pernyataan pemerintah Trump yang menegaskan bahwa Washington tidak mencari pendudukan jangka panjang maupun pergantian rezim secara langsung di Iran.
Profesor urusan internasional dan studi Timur Tengah Johns Hopkins vali Nasr menilai pola pernyataan Trump berpotensi mengganggu proses diplomasi yang sedang berlangsung.
Ia menyinggung soal ancaman Trump pada awal April yang menyebut seluruh peradaban Iran akan mati apabila tidak menyetujui kesepakatan itu.
Beberapa jam setelah pernyataan tersebut, kedua pihak justru menyepakati jeda konflik sementara.
Menurut Dia, unggahan terbaru Trump kembali menimbulkan ketidakpastian terkait tujuan sebenarnya dari kebijakan AS terhadap Iran.
"Perilaku seperti ini merusak diplomasi dan justru menyatukan rakyat Iran untuk membela negaranya,” tulis Nasr di platform X.
Namun demikian, hingga kini Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait unggahan tersebut.
Meski demikian, proses negosiasi antara Washington dan Teheran masih terus berlangsung. Trump mengatakan kepada CBS News bahwa kedua pihak “semakin dekat” menuju kesepakatan baru, sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut perkembangan lebih lanjut akan segera diumumkan.
Sementara dari pihak Iran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengatakan kedua negara tengah menyelesaikan nota kesepahaman dan posisi kedua pihak mulai mendekati titik temu.