Negosiasi Perdamaian AS - Iran Terancam Gagal Gegara Ulah Trump, Unggahan di Medsos Jadi Sorotan?

Presiden Amerika Donald Trump soal perang Iran
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran baru baru ini disebut sebut bakal mereda lantaran negosiasi perdamaian telah menemui titik terang.

img_title Teheran Perluas Strategi Hadapi Amerika, Selat Hormuz Jadi Kunci Tekanan Iran

Namun dibalik itu semua, perilaku Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendadak menjadi sorotan lantaran mengunggah sesuatu di media sosial yang dianggap sebagai ledekan dan bisa merusak jalannya perundingan.

Diketahui, sebelumnya Washington menyebut bahwa persiapan perundingan perdamaian AS dan Iran menunjukan kemajuan yang cukup signifikan.

img_title Iran Tebar Ancaman Baru di Yordania, Intelijen AS Ketar-Ketir Serangan Iran Kian Ganas

Bahkan Donald Trump sendiri mengklaim bahwa nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) untuk Gencatan Senjata sudah sebagian besar dinegosiasikan dan tinggal menunggu finalisasi.

Dilansir laporan Al Jazeera, upaya diplomasi ini melibatkan banyak pihak, bahkan Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir baru saja melakukan kunjungan yang disebut sangat produktif ke Teheran untuk menjembatani kesenjangan yang masih ada antara kedua belah pihak.

img_title Iran Geser Doktrin Perang, Teknologi Rudal Jadi Instrumen Tekanan Baru terhadap AS

Sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan optimistisme serupa dengan menyebut bahwa ada progres yang sedang dikerjakan secara terus menerus.

Namun anehnya, ditengah suasana diplomasi, Trump malah mengunggah konten yang bikin banyak pihak melongo.

Potret tangkapan layar unggahan Donald Trump yang beredar luas di media sosial

Photo :
  • Istimewa

Melalui akun Truth Social miliknya Trump membagikan foto bendera Amerika Serikat yang menutupi peta Iran secara penuh.

Tak hanya itu, unggahan tersebut disertai pernyataan provokatif.

"United States of the Middle East?"

Sontak tindakan ini dinilai kontradiktif dengan pernyataan pemerintahannya yang mengaku tidak ingin melakukan pendudukan atau perubahan rezim secara paksa di Iran.

Pakar hubungan internasional, Vali Nasr, menyebut tindakan Trump sebagai perilaku yang "aneh" dan bisa menyatukan rakyat Iran dalam pertahanan negara, sekaligus merusak kepercayaan terhadap niat tulus Amerika dalam berdiplomasi.