Ancaman Terbaru Trump Terhadap Iran,  Dua atau Tiga Hari, mungkin Jumat? iRGC: Kami Akan Hancurkan Anda

Potret Ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa/ tangkapan layar YouTube

SiapPresiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengisyaratkan kemungkinan melancarkan operasi militer baru apabila kesepakatan damai tidak tercapai dalam beberapa hari mendatang.

img_title Korsel Terjepit di Tengah Konflik Iran-AS, Ada Tekanan dari Trump dan Ancaman Teheran

Menurut laporan AFP yang dikutip sejumlah media internasional pada Rabu, 20 Mei 2026, IRGC menilai ancaman baru dari Washington hanya akan memperbesar risiko konflik regional yang sudah berada pada titik kritis.

"Jika agresi terhadap Republik Islam diulangi, perang regional yang dijanjikan kali ini akan meluas jauh keluar kawasan, dan serangan dahsyat kami akan menghancurkan Anda," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan di situs web mereka, Sepah News, seperti dilansir AFP.

img_title Diplomasi Iran-AS Kembali Mengemuka, Nasib Selat Hormuz Ikut Dipertaruhkan

Pernyataan tersebut menjadi salah satu ancaman paling tegas yang dikeluarkan militer Iran sejak berakhirnya perang besar yang berlangsung selama hampir 40 hari antara Republik Islam di satu sisi serta Amerika Serikat dan Israel di sisi lain.

Banyak pengamat menilai retorika yang semakin keras dari kedua kubu menunjukkan bahwa peluang tercapainya stabilitas jangka panjang di kawasan masih sangat rapuh.

img_title Terjebak Perang Iran: Korsel Pusing Ditekan Trump tapi Nggak Sanggup Hadapi Teheran

Menurut laporan AFP, Reuters, dan Associated Press, Trump mengatakan bahwa pemerintahannya hanya memberikan waktu yang sangat terbatas bagi Iran untuk menerima kesepakatan yang sedang dibahas.

"Saya mengatakan dua atau tiga hari, mungkin Jumat, Sabtu, Minggu, sesuatu, mungkin awal minggu depan, jangka waktu terbatas," katanya.

Kapal militer Iran siaga di Selat Hormuz hadapi Amerika

Photo :
  • Tangkapan layar Tasnim News

Trump juga menegaskan bahwa Washington tidak akan menerima kemungkinan Iran memiliki kemampuan senjata nuklir.

Pemerintahan AS terus menjadikan isu nuklir sebagai fokus utama dalam setiap pembicaraan dengan Teheran.

Respon Iran Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan peringatan keras kepada Washington dan Israel.

Sementara IRGC Dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa setiap serangan baru terhadap Republik Islam berpotensi memicu konflik yang jauh lebih luas dan tidak lagi terbatas pada kawasan Timur Tengah.

Republik Islam tetap bersikeras bahwa program nuklirnya bertujuan damai dan berada dalam kerangka hak negara untuk mengembangkan teknologi sipil.

Teheran menolak tuduhan bahwa mereka sedang membangun senjata nuklir. Kementerian Luar Negeri Iran menilai ancaman militer justru memperburuk peluang diplomasi yang sedang berlangsung.

Halaman Selanjutnya
img_title