Kehadiran Wakil Ketua DPR RI di BEI Jadi Sinyal Dukungan Negara di Tengah Pelemahan IHSG

Potret Peneliti Ekonomi GREAT Institute, Ani Asriyah,
Sumber :
  • Istimewa

SiapWakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Sufmi Dasco Ahmad menyambangi Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan jajaran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), yakni Rosan Roeslani selaku CEO Danantara dan Dony Oskaria selaku COO Danantara pada hari Selasa, 19 Mei 2026.

img_title Korsel Terjepit di Tengah Konflik Iran-AS, Ada Tekanan dari Trump dan Ancaman Teheran

Kedatangan keduanya disambut oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dan jajaran direksi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam kunjungannya ke BEI, hasil diskusi menyoroti beberapa langkah konkret untuk menarik dan meyakinkan investor global agar tetap masuk ke bursa, sekaligus berupaya menjaga kepercayaan dan pertumbuhan investor ritel lokal.

img_title Diplomasi Iran-AS Kembali Mengemuka, Nasib Selat Hormuz Ikut Dipertaruhkan

Langkah ini dinilai substansial dalam menghadapi tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Kedatangan petinggi negara dan jajaran pimpinan Danantara di gedung BEI merupakan sinyal dukungan bagi pasar modal Indonesia.

img_title Selat Hormuz Jadi Medan Strategis, Iran Mulai Membatasi Ruang Gerak Negara Pendukung AS

GREAT Institute menilai kunjungan ini sebagai sinyal kehadiran negara dan penguatan koordinasi kelembagaan di tengah tekanan pasar.

Penilaian ini sekaligus menafikan ingar-bingar yang menyatakan bahwa pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebabkan oleh kunjungan ini.

Kunjungan tersebut dimulai sekitar pukul 10:27 WIB, sementara tekanan di pasar saham sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan pagi hari. IHSG dibuka di kisaran 6.599, sempat turun ke sekitar 6.565 pada menit-menit awal, sebelum sempat berbalik tipis ke zona hijau.

Pada penutupan perdagangan, IHSG berakhir di level 6.370, turun 3,46 persen dari hari sebelumnya.

Peneliti Ekonomi GREAT Institute, Ani Asriyah, menegaskan bahwa mengaitkan pelemahan IHSG dengan kedatangan Sufmi Dasco Ahmad adalah pembacaan yang keliru secara temporal maupun analitis.

“Pasar sudah berada dalam tekanan bahkan sebelum rombongan tiba di gedung BEI. Karena itu, tidak tepat jika pelemahan IHSG hari ini dikaitkan dengan kunjungan Pak Dasco. Sebaliknya, justru bisa dikatakan jika kedatangan rombongan Pak Dasco bertujuan untuk menjaga kepercayaan pada bursa,” ujar Ani.

Menurut GREAT Institute, ada sedikitnya tiga faktor utama yang sedang menekan pasar saham Indonesia.

Pertama, efek rebalancing MSCI yang baru diumumkan pekan lalu. MSCI mencoret enam emiten Indonesia dari indeks global standar dan 13 emiten dari indeks small-cap dengan alasan konsentrasi kepemilikan yang tinggi dan persoalan transparansi.

Halaman Selanjutnya
img_title