Konflik Kian Panas, Pengamat: Bukan Lagi Soal Kesepakatan Damai, AS - Iran Sudah Masuk Perang Atrisi?

Potret Ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa/ tangkapan layar YouTube

Siap –Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran tak kunjung mereda, tak ayal situasi tersebut langsung memicu kekhawatiran baru di kalangan para pembuat kebijakan internasional.

img_title Iran: Tidak Ada Negosiasi Selama Syarat Kami Belum Dipenuhi AS

Pasalnya, konflik kedua negara tersebut diduga bukan lagi soal apakah kesepakatan damai bisa tercapai, tapi berapa lama ketegangan dapat bertahan sebelum Washington atau Teheran kembali memicu perang terbuka.

Sementara belakangan ini, desakan untuk melancarkan serangan baru terhadap Iran juga makin menguat di AS dan Israel.

img_title Kepala Nuklir Iran Mendadak Pulang dan Batal Bicara di IAEA, Ada Apa?

Sehingga membuat sejumlah pejabat meyakini bahwa tekanan tambahan dapat melemahkan posisi Iran dan memaksa kembali ke meja perundingan.

Namun, pandangan itu dibantah oleh Danny Citrinowicz seorang peneliti senior Iran di Institute for national Security Studies Israel sekaligus mantan kepala divisi Iran di  intelejen pertahanan Israel.

img_title Pangkalan AS Diserang Iran, Citra Satelit China Jadi Sorotan

"Ada satu masalah besar dengan teori itu, kita sudah mengujinya berulang kali dan Iran tidak menyerah," katanya seperti dilansir dari Reuters.

Angkatan Darat Iran siap hadapi Amerika

Photo :
  • Istimewa

Seorang pejabat kawasan bahkan menggambarkan situasi saat ini sebagai perang jangka panjang yang rawan kembali meledak sewaktu waktu.

"Kita berada dalam perang atrisi dengan prospek serangan baru AS - Israel yang makin besar dari hari ke hari," ungkapnya.

Pejabat Iran yang berbicara Reuters menegaskan program rudal, kemampuan nuklir, maupun kontrol atas Selat Hormuz bukan sekadar alat kebijakan, melainkan pilar ideologis yang menopang kelangsungan Republik Islam Iran.

Bagi Iran, melepaskan aset-aset strategis itu bukan kompromi, melainkan bentuk penyerahan diri. Hal tersebut, menurut Citrinowicz, menjelaskan mengapa bahkan konfrontasi militer berkepanjangan gagal mengubah garis merah Iran.

"Karena itu, eskalasi lebih lanjut kemungkinan besar juga tidak akan berhasil," katanya.

Sejumlah putaran pembicaraan tidak langsung yang dimediasi Pakistan hingga kini juga belum menghasilkan terobosan berarti.

Jurang perbedaan antara kedua pihak dinilai masih sangat besar. Amerika Serikat  menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium selama 20 tahun dan mengirim seluruh stok uraniumnya ke AS.

Sementara, Iran meminta penghentian serangan, jaminan keamanan, kompensasi perang, serta pengakuan atas kedaulatannya di Selat Hormuz, tuntutan yang sejauh ini ditolak Washington.

Halaman Selanjutnya
img_title