Tiga Wartawan Resmi Laporkan Diduga Bos Arak dan Pelaku Persekusi ke Polda Kalbar
- pixabay
VIVA – Tiga wartawan resmi melaporkan diduga bos penyulingan arak dan sekelompok orang yang diduga melakukan persekusi, intimidasi dan pengeroyokan yang terjadi di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya ke sentra pelayanan Polda Kalbar, pada Rabu 20 Mei 2026.
Satu diantara wartawan DN membenarkan telah membuat pengaduan ke Polda Kalbar terkait kasus dugaan intimidasi, persekusi dan pengeroyokan yang terjadi di Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang usai melaksanakan tugas investigasi.
‘’Iya benar kami ber tiga sudah melaporkan para pelaku ke Polda Kalbar. Saya berharap laporan tersebut segera di tindaklanjuti,’’jelas DN kepada siap.viva.co.id pada Rabu 20 Mei 2026.
DN menambahkan, kejadian dugaan pengeroyokan, intimidasi dan persekusi tersebut bermula ia bersama dua rekanya yang merupakan wartawan sedang melaksanakan tugas investigasi dugaan pembuatan arak di Desa Lingga.
‘’Kami dapat informasi ada pembuatan arak di Desa Lingga lantas kami melakukan ricek dan konfrimasi. Tapi justru kami di persekusi, di keroyok, di intimidasi lantas di hukum adat dan di suruh membuat video yang kami tidak melakukan perbuatan tersebut,’’tambah DN.
Lebih lanjut, DN mengatakan, jika tidak bersedia membayar adat sebesar Rp5 juta, motor, handphone harus ditinggal sebagai jaminan. Namun ia lantas berusaha mencari uang dengan cara berhutang untuk membayar adat tersebut.
‘’Saya hutang sama teman dan ada juga uang saya sendiri untuk membayar adat tersebut,’’lanjutnya.
DN juga mengatakan, mendapatkan perlakukan kasar dari sejumlah orang di pukul di bagian wajah dan di paksa mengakui perbuatan yang tidak dia lakukan.
‘’Saya di vidio di foto. Lantas handphone di periksa seolah-olah saya ini penjahat. Padahal saya bersama teman- teman sedang melaksanakan tugas peliputan dugaan pembuatan arak,’’tandasnya.
DN berharap para pelaku intimidasi, persekusi dan pengeroyokan segera di tangkap dan di proses hukum.
‘’Saya minta Polda Kalbar bergerak cepat menangkap para pelaku tersebut agar ada efek jera,’’pungkasnya.
Hingga berita ini di tuliskan para pihak terlapor belum bisa di konfirmasi. Begitu juga terduga pengelola arak juga belum bisa di konfirmasi.