Trump Sesumbar Tinggal 1 Jam Lagi Serang Iran Habis-habisan, tapi Kok Batal?
- Instagram USAarmy
Siap – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa pihaknya telah sangat siap untuk melakukan serangan terhadap Iran pada Selasa, 19 Mei 2026.
Bahkan, dalam wawancaranya dengan sejumlah awak media Trump mengaku, bahwa ia hanya tinggal satu jam lagi dari keputusan final untuk meluncurkan serangan militer besar-besaran terhadap Republik Islam Iran.
Dikutip dari kanal YouTube Kompas, Trump mengungkapkan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut AS telah memuat rudal serta senjata lainnya dan siap berangkat ke medan perang.
Namun pada akhirnya misi itu kembali ditunda setelah negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk Persia memintanya untuk menahan diri.
"Saya tidak pernah memberitahu pada siapapun kapan (serangan ke Iran), tapi mereka tahu bahwa kami sudah sangat dekat. Saya mengatakan, saya hanya tinggal satu jam lagi sebelum membuat keputusan untuk pergi hari ini," katanya pada Senin, 18 Mei 2026.
"Dan mungkin kami tidak akan membicarakan tentang ballroom yang indah pada hari ini. Kami akan membicarakan hal itu (serangan ke Iran). Dan tidak, saya telah membuat keputusan," sambung dia.
Potret Ilustrasi Presiden AS Donald Trump
- Istimewa /ABC30
"Jadi mereka (sekutu AS di Teluk Persia) menelpon. Mereka mendengar saya telah membuat keputusan dan berkata 'Pak, bisakah Anda memberi kami beberapa hari lagi? Karena kami pikir mereka menganggap diri mereka bersikap wajar," imbuhnya.
Meski demikian, Trump tetap bersikeras bahwa militer AS mungkin perlu menyerang Iran dengan serangan besar lainnya saat berupaya mencapai kesepakatan perdamaian.
Setelah menunda serangan, Trump kemudian memberi waktu 2 sampai 3 hari untuk Teheran supaya melanjutkan pembicaraan.
Trump mengungkapkan beberapa negara di kawasan Teluk memberitahu telah ada kemajuan dalam negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan menuju kesepakatan damai.
Ia juga mengatakan konflik Washington dengan Teheran adalah perang populer.
Trump mengeklaim opini warga AS berubah ketika ia menjelaskan Republik Islam tidak diizinkan memiliki senjata nuklir yang berpotensi untuk menyerang Amerika.
Sebelumnya Trump mengaku telah menunda serangan militer besar-besaran terhadap Iran yang semula akan diluncurkan kemarin.
Menurutnya, penundaan itu atas desakan dari beberapa negara sekutu AS di Timur Tengah.