Iran Persiapkan Metode Baru Hadapi AS: Jika Musuh Bertindak Bodoh Lagi, Balasannya Lebih Besar
- Istimewa
Siap – Juru bicara militer Angkatan Darat Republik Islam Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, memperingatkan bahwa setiap tindakan agresi baru terhadap negaranya akan mendapat balasan yang lebih menyakitkan.
Ia memastikan, bahwa segala bentuk agresi ke Iran hanya akan membuka front baru menggunakan alat dan metode baru.
Brigjen Mohammad Akraminia juga mengatakan, gencatan senjata yang digaungkan Amerika ini telah digunakan untuk memperkuat kemampuan tempur militer Iran.
Ia menyatakan, bahwa Republik Islam tidak dapat dikepung atau dikalahkan.
"Jika musuh bertindak bodoh lagi, jatuh sekali lagi ke dalam perangkap Zionis, dan melancarkan tindakan agresi lain terhadap Iran, negara itu akan membuka front baru melawan mereka melalui alat dan metode baru," katanya dikutip dari Tasnim News pada Selasa, 19 Mei 2026.
Pejabat militer Iran, Mayjen Mohsen Rezaei ancam Amerika
- Islamtimes
Lebih lanjut Akraminia juga memperingatkan bahwa situasi di Selat Hormuz tidak dapat kembali pada keadaan sebelumnya.
"Satu-satunya jalan bagi musuh adalah menghormati bangsa Iran dan mematuhi hak-hak sah Republik Islam Iran," tegas Akraminia.
Peringatan keras ini juga dilontarkan komandan senior Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, Mayor Jenderal Ali Abdollahi.
Ia mewanti-wanti agar Amerika Serikat (AS) dan sekutunya agar tidak mengulangi kesalahan strategis atau salah perhitungan, sebab Angkatan Bersenjata Republik Islam lebih siap dan kuat dari sebelumnya.
"Kami siap untuk merespons secara tegas terhadap setiap tindakan agresi baru."
Ia juga memperingatkan segala bentuk agresi militer terhadap Teheran akan ditanggapi dengan respons yang cepat, tegas, kuat, dan luas.
"Jika musuh kita melakukan kesalahan lagi, kita akan menghadapi mereka dengan kekuatan dan kemampuan yang jauh lebih besar daripada selama perang yang dipaksakan pada bulan Ramadan," tegasnya.
"Kita akan membela hak-hak bangsa Iran dengan segenap kekuatan dan akan memotong tangan setiap agresor,” sambung dia.
Ancaman Perang
Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Teheran di tengah kebuntuan negosiasi untuk mengakhiri perang.
Ancaman itu disampaikan melalui unggahan di akun Truts sosial miliknya pada Minggu, 17 Mei 2026.
Dalam unggahan tersebut, Trump memperingatkan agar Teheran harus segera bertindak atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka.