PLN Kebut Pelatihan 20 Guru SMU Sumsel, Siapkan SDM Listrik Andal
- Istimewa
Siap – Dunian pendidikan vokasi di Sumatra Selatan (Sumsel) tengah mendapat suntikan energi baru.
PT PLN (Persero) melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT) Unit Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan (UPDL) Palembang, secara masif memperkuat jembatan antara kurikulum di sekolah dengan kebutuhan riil dunia industri ketenagalistrikan.
Langkah nyata itu diwujudkan dengan kunjungan strategis ke empat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sumsel.
Keempat sekolah tersebut adalah SMKN 1 Banyuasin, SMKN 3 OKU Baturaja, SMK PGRI Palembang, dan SMK Utama Bakti Palembang. Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan misi pemetaan kebutuhan untuk mencetak guru-guru yang mumpuni.
Manager PLN UPDL Palembang, Sri Wigati, secara langsung memimpin tim untuk berdiskusi dengan para pengajar.
Hasilnya, program peningkatan kapasitas pun disepakati.
Targetnya, 20 guru dari keempat sekolah akan mendapatkan pendampingan intensif.
Menjadikan Guru sebagai Agen Perubahan Industri
Program yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dirancang untuk menjawab tantangan terbesar dunia pendidikan saat ini: kesenjangan antara teori di sekolah dan praktik di lapangan.
Pendekatan yang digunakan PLN pun bersifat ganda, menggabungkan pelatihan berbasis teori dengan praktik langsung di lokasi kerja yang sebenarnya.
Menariknya, program ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Selatan.
Hal ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara BUMN dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pendidikan.
"Kami ingin memastikan bahwa program ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal baik oleh guru maupun siswa," ujar Sri Wigati yang mewakili General Manager PLN Pusdiklat, Y. Endah Cahyaningrum seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Ahad, 17 Mei 2026.
Dengan guru yang lebih kompeten dan up-to-date terhadap perkembangan teknologi industri, kualitas pembelajaran di kelas diharapkan meningkat drastis.
Ini sejalan dengan target pemerintah untuk menurunkan angka pengangguran lulusan SMK melalui program link and match.
Dukungan Penuh untuk Transisi Energi
Investasi pada guru ini bukan tanpa alasan. Industri ketenagalistrikan nasional sedang berada dalam masa transisi menuju energi baru terbarukan (EBT) dan teknologi ramah lingkungan.