Bongkar Korupsi Proyek Gedung Puskesmas, Jaksa Ultimatum Dinkes Lombok Tengah: Jangan Aneh-aneh
- Istimewa
Siap – Proyek pembangunan gedung Puskesmas Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, diduga kuat menyalahi spesifikasi teknis dan membahayakan.
Dugaan tersebut diperkuat dengan sidang di lokasi kejadian yang dihadiri langsung hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Mataram bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah pada Selasa, 12 Mei 2026.
Peninjauan ini menjadi langkah krusial bagi Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mencocokkan fakta fisik bangunan dengan dakwaan perkara.
Dari hasil pantauan langsung di lokasi, kondisi proyek Tahun Anggaran 2021 itu ditemukan sangat memprihatinkan.
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lombok Tengah, Dimas Praja Subroto, menegaskan bahwa kondisi bangunan ini terbukti menyalahi spesifikasi teknis dan membahayakan.
"Bangunan ini rawan roboh, itu berdasarkan keterangan ahli yang menyatakan bangunannya salah struktur," katanya dikutip pada Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut Dimas, kondisi bangunan yang terbengkalai hingga menjadi sarang tawon ini adalah bukti nyata dari niat jahat (mens rea) para terdakwa tindak pidana korupsi.
"Melalui pemeriksaan ini, jaksa membuktikan isi dakwaan secara langsung. Akibat niat jahat tersebut, dampaknya adalah penderitaan masyarakat yang kehilangan hak layanan kesehatan mereka," tuturnya.
Sebagai informasi, audit mencatat kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp1.038.227.522.
Di tengah proses hukum, salah satu terdakwa berinisial A diketahui telah menitipkan uang pengganti sebesar Rp300 juta.
Jaksa Ultimatum Dinas Kesehatan
Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Lombok Tengah, Alfa Dera, juga memberikan sorotan tajam pada tata kelola sektor kesehatan secara menyeluruh.
Ia menegaskan, penindakan kali ini harus menjadi pelajaran agar korupsi tidak merambat ke pos anggaran lainnya.
"Ada pengadaan alat-alat kesehatan, pembangunan IPAL, honor kapitasi, tunjangan, hingga pengadaan obat-obatan yang anggarannya cukup besar. Jangan sampai terjadi korupsi juga di sana. Pencegahan itu tak kalah penting," jelas Alfa Dera.
Secara khusus, Alfa memberikan peringatan keras kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Tengah untuk tidak bermain-main dengan hajat hidup orang banyak.
"Ini kita ingatkan Dinas Kesehatan Lombok Tengah, jangan aneh-aneh di bidang kesehatan, ayo lakukan pencegahan dari sekarang. Berhenti berbuat menyimpang. Jika peringatan ini diabaikan, kami akan tindak tegas," ancam Alfa.