Hizbullah Janjikan 'Neraka' bagi Tentara Zionis Israel di Tengah Konflik Iran-AS
- Kolase Siap.viva
Siap – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, mengeluarkan pernyataan keras terkait konflik yang terus berkembang di kawasan.
Dalam pidatonya, Qassem menegaskan bahwa Hizbullah tidak akan meninggalkan medan perang dan siap menghadapi Israel dalam konflik berkepanjangan.
“Kami tidak akan meninggalkan medan perang, dan kami akan mengubahnya menjadi 'neraka' hidup bagi Zionis Israel,” kata Naim Qassem.
“Kami tidak akan tunduk, kami tidak akan menyerah, dan kami akan terus mempertahankan Lebanon,” lanjutnya.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Republik Islam, Israel, dan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir.
Kawasan Timur Tengah kini berada dalam kondisi sangat sensitif setelah berbagai insiden militer terjadi di Teluk Persia, Selat Hormuz, Lebanon selatan, hingga Suriah.
Pengamat internasional menilai pidato Naim Qassem bukan sekadar retorika politik biasa.
Pernyataan tersebut dianggap sebagai sinyal bahwa Hizbullah siap memperluas keterlibatan militernya jika perang regional semakin membesar.
Al Jazeera melaporkan perbatasan Lebanon-Israel dalam beberapa hari terakhir kembali mengalami peningkatan aktivitas militer.
Pasukan Israel atau IDF dilaporkan memperkuat sistem pertahanan udara dan pengerahan pasukan di wilayah utara dekat Lebanon.
Sementara itu, Hizbullah juga meningkatkan kesiapan tempur di sejumlah titik strategis.
Situasi menjadi semakin rumit karena konflik Republik Islam dan Amerika Serikat terus berkembang.
Washington meningkatkan tekanan militer dan ekonomi terhadap Teheran.
Di sisi lain, Republik Islam memperlihatkan sikap semakin agresif dalam menghadapi tekanan Barat.
Republik Islam sebelumnya menolak proposal terbaru dari Presiden Donald Trump terkait negosiasi konflik kawasan.
Republik Islam juga memperkuat posisi strategisnya di Selat Hormuz serta meningkatkan patroli IRGC di Teluk Persia.
Media pemerintah Iran bahkan mengklaim beberapa kapal militer AS sempat mundur dari area tertentu setelah operasi rudal dan drone IRGC berlangsung intens.
Walaupun Pentagon membantah mengalami kerusakan besar, CNN dan CBS melaporkan armada Amerika Serikat memang meningkatkan status siaga di kawasan.
Hizbullah dan Iran Dinilai Semakin Solid Hadapi Israel