Kolaps dari Dalam, Kepala Staf IDF Akui Tentara Israel Ambruk Usai Perang Iran
- Siap.viva/ SilencedSirs
Siap – Di tengah eskalasi ketegangan yang terus membara di Timur Tengah pasca konflik terbuka dengan Iran, pucuk pimpinan militer Israel justru mengeluarkan peringatan mengejutkan yang datangnya dari dalam negeri sendiri.
Bukan karena kekuatan musuh dari luar, melainkan keretakan struktur internal akibat krisis tenaga kerja yang akut disebut-sebut sedang menggerogoti institusi pertahanan negara tersebut.
Kepala Staf Pasukan Pertahanan Zionis atau IDF, Eyal Zamir, bahkan disebut telah memperingatkan pemerintah dan parlemen Israel bahwa sistem militer mereka berada dalam kondisi sangat berbahaya akibat kekurangan personel tempur.
Laporan tersebut pertama kali diungkap media Israel Channel 13 yang menyebut Zamir menyampaikan peringatan serius dalam sesi tertutup Komite Urusan Luar Negeri dan Keamanan Knesset.
Dalam laporan itu, Zamir dikabarkan meminta pemerintah Israel segera mengambil langkah darurat untuk menambah jumlah tentara aktif dan pasukan cadangan.
Ia menyebut militer Israel kini menghadapi kekurangan personel yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Krisis eksistensial telah memengaruhi institusi militer akibat kekurangan personel yang parah,” demikian isi laporan yang dikutip dari Channel 13 seperti dikutip, Selasa, 12 Mei 2026.
Kondisi tersebut muncul setelah perang berkepanjangan Israel di beberapa front sekaligus, termasuk Gaza, Lebanon selatan, Suriah, hingga meningkatnya ketegangan langsung dengan Iran.
Tekanan besar terhadap pasukan cadangan Israel disebut menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kesiapan tempur IDF.
Media Israel melaporkan ribuan tentara cadangan mengalami kelelahan fisik dan mental setelah berbulan-bulan menjalani mobilisasi.
Di saat yang sama, pemerintah Benjamin Netanyahu menghadapi tekanan politik dalam negeri terkait isu wajib militer terhadap komunitas ultra-Ortodoks atau Haredi.
Netanyahu disebut enggan memaksakan wajib militer terhadap kelompok tersebut karena khawatir kehilangan dukungan politik dari partai-partai religius yang menjadi mitra koalisi pemerintahannya.
Situasi itu membuat kebutuhan personel militer Israel semakin sulit dipenuhi.
Perang Iran Disebut Mengubah Peta Kekuatan Kawasan
Perkembangan terbaru ini terjadi setelah meningkatnya ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Republik Islam Iran dalam beberapa pekan terakhir.
Iran sebelumnya mengklaim berhasil menyerang sejumlah target militer dan kapal perang Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz.