Dampak Perang Iran, IDF di Ambang Keruntuhan: Zionis Israel Kekurangan 15 Ribu Tentara Perang
- Siap.viva/Ryan Rozbiani
Siap – Krisis besar dilaporkan tengah menghantam militer Israel di tengah perang berkepanjangan yang melibatkan Gaza, Lebanon, Iran, hingga kawasan Laut Merah.
Dalam laporan terbaru media Zionis, Ynetnews, Kepala Staf IDF Eyal Zamir memperingatkan bahwa tentara Israel berada di titik kritis akibat kekurangan personel tempur dalam jumlah besar.
Peringatan itu disampaikan Zamir dalam sesi tertutup di Knesset pada awal Mei 2026.
Ia disebut meminta pemerintah segera mengesahkan undang-undang wajib militer darurat karena IDF mengalami kekurangan sekitar 15.000 tentara.
Dari jumlah tersebut, sekitar 8.000 di antaranya merupakan pasukan tempur garis depan.
Pernyataan itu memperlihatkan tekanan besar yang sedang dihadapi Israel setelah konflik berkepanjangan di Gaza dan meningkatnya ketegangan dengan Iran serta Hizbullah.
Beberapa media Israel bahkan mulai mempertanyakan kemampuan IDF mempertahankan operasi perang di banyak front secara bersamaan.
“IDF sedang runtuh,” demikian narasi yang beredar luas dalam diskusi politik dan keamanan Israel.
Krisis ini semakin sensitif karena terjadi di tengah tekanan politik terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Netanyahu dituding enggan merekrut kelompok ultra-Ortodoks atau Haredi demi menjaga dukungan politik dari partai-partai religius dalam koalisi pemerintahannya.
Akibatnya, beban perang lebih banyak ditanggung warga Israel sekuler dan pasukan cadangan yang terus dipanggil berulang kali sejak perang Gaza meletus.
Selain Ynetnews, media Israel seperti Haaretz dan Channel 12 dalam beberapa bulan terakhir berulang kali melaporkan kelelahan besar di kalangan tentara cadangan.
Banyak tentara disebut mengalami tekanan psikologis, kelelahan fisik, hingga penurunan motivasi akibat perang tanpa akhir.
Situasi tersebut muncul ketika Israel masih menghadapi serangan sporadis Hizbullah di perbatasan Lebanon dan ancaman langsung dari Iran di kawasan Teluk Persia.
Di sisi lain, Washington terus meningkatkan tekanan diplomatik agar perang regional tidak berubah menjadi konflik besar yang melibatkan lebih banyak negara.
Namun, kondisi di lapangan memperlihatkan situasi justru semakin sulit dikendalikan.
Krisis Rekrutmen dan Tekanan Politik Netanyahu
Potret Ilustrasi Benjamin Netanyahu
- Istimewa
Persoalan wajib militer ultra-Ortodoks sebenarnya bukan isu baru di Israel.