AS Tabuh Genderang Perang Ekonomi! Sanksi Baru Hantam Perusahaan Tiongkok yang Nekat Sokong Iran

Trump pilih jalur damai dengan China soal Iran.
Sumber :
  • Kolase Siap.viva

SiapAmerika Serikat (AS) kembali meningkatkan tekanan terhadap China dan Iran di tengah konflik Timur Tengah yang terus memanas.

img_title Iran: Tidak Ada Negosiasi Selama Syarat Kami Belum Dipenuhi AS

Washington baru saja menjatuhkan sanksi baru terhadap sejumlah warga negara dan perusahaan China karena diduga memiliki hubungan ekonomi serta teknologi dengan Republik Islam.

Langkah terbaru ini langsung memicu perhatian dunia internasional karena terjadi di saat ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat tajam, terutama di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi global.

img_title Kepala Nuklir Iran Mendadak Pulang dan Batal Bicara di IAEA, Ada Apa?

Pemerintah AS menuding sejumlah perusahaan China membantu Republik Islam menghindari sanksi internasional melalui jaringan perdagangan minyak, teknologi ganda, serta transaksi keuangan lintas negara.

Menurut laporan Departemen Keuangan AS yang dikutip Reuters dan Bloomberg, sanksi tersebut menyasar perusahaan pelayaran, broker minyak, hingga entitas teknologi yang dianggap membantu Republik Islam mempertahankan kapasitas ekonominya di tengah tekanan Barat.

img_title Beberapa Jam Sebelum Dicopot Purbaya Ternyata Lagi Bidik Perusahaan China: Kurang Ajar

Ketegangan ini juga muncul ketika Teheran terus menunjukkan sikap keras terhadap Washington setelah serangkaian insiden militer di kawasan Selat Hormuz dalam beberapa pekan terakhir.

China sendiri diketahui menjadi salah satu pembeli utama minyak Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Data lembaga pelacakan energi internasional Kpler menunjukkan ekspor minyak Republik Islam ke China meningkat signifikan sejak 2024 meski AS terus memperketat embargo ekonomi.

Bahkan sebagian besar minyak Republik Islam disebut masuk ke pasar China melalui jalur tidak langsung dan skema perdagangan kompleks menggunakan kapal tanker pihak ketiga.

Situasi tersebut membuat Washington semakin khawatir terhadap terbentuknya poros ekonomi baru antara Beijing dan Teheran.

Apalagi, hubungan kedua negara terus berkembang tidak hanya di sektor energi tetapi juga investasi infrastruktur, keamanan kawasan, hingga kerja sama teknologi strategis.

Media Financial Times menyebut, AS kini melihat hubungan China-Iran sebagai ancaman geopolitik jangka panjang yang bisa mengurangi dominasi Barat di Timur Tengah.

Ketegangan semakin memanas setelah Republik Islam juga dikabarkan mulai mengurangi ketergantungan transaksi energi terhadap dolar AS.

Beberapa media Iran dan analis regional menyebut Teheran sedang mendorong penggunaan mata uang lokal dan sistem pembayaran alternatif untuk perdagangan minyak di kawasan Asia.

Halaman Selanjutnya
img_title