Trump Tunda Operasi Project Freedom Usai 2 Kapal Militer AS Ditembak Rudal Iran
- Istimewa
Siap – Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja mengumumkan penangguhan sementara Project Freedom pada Selasa, 5 Mei 2026. Padahal tadinya ia sesumbar operasi tersebut mampu menembus blokade Iran di Selat Hormuz.
Sebagaimana diketahui, Project Freedom atau proyek kebebasan adalah operasi militer pengawalan kapal-kapal komersial yang melewati Selat Hormuz.
AS dikabarkan telah menyiapkan kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat, drone, dan 15.000 personel.
Trump sesumbar bahwa militer AS memiliki "kekuatan tempur yang luar biasa" yang sudah bersiaga di kawasan tersebut untuk membebaskan kapal-kapal yang terdampar.
Tak hanya itu, ia juga mengeluarkan ancaman keras kepada Teheran, Iran menegaskan bahwa setiap upaya untuk memblokir kapal-kapal yang dipandu oleh AS akan dihadapi dengan tindakan tegas.
Namun belum lama ancaman itu dilontarkan, Trump kini justru menangguhkan operasi militer itu.
Pengumuman ini disampaikan Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya.
Dalam unggahannya, Trump menjelaskan keputusan itu diambil demi menghormati permohonan dari Pakistan serta beberapa negara mitra lainnya.
Trump tertekan akibat perang Iran
- Siap.viva/Iran Force
Dilansir dari kanal YouTube Kompas, langkah pelonggaran itu dilakukan menyusul adanya klaim kemajuan signifikan dalam meja perundingan dengan Teheran.
Meski begitu, Trump menegaskan penangguhan operasi pengawalan ini tidak mengubah status blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Ia menyatakan blokade AS terhadap Teheran akan tetap diberlakukan sepenuhnya selama masa peninjauan kesepakatan berlangsung.
Hingga kini Trump belum memberikan rincian lebih lanjut terkait poin-poin kesepakatan yang sedang disusun dengan Teheran.
Namun ia mengisyaratkan penangguhan Project Freedom bertujuan untuk menguji keseriusan penandatanganan perdamaian.
Sementara itu, Menlu AS, Marco Rubio menyatakan operasi militer terhadap Iran yang bertajuk Epic Fury telah rampung dan berhasil mengeksekusi target-target utama.
Menurut dia, pemerintahan Trump kini lebih memprioritaskan jalur diplomasi dan pemulihan keamanan kawasan melalui kesepakatan politik yang stabil.
Alih-alih melanjutkan konfrontasi bersenjata di jalur air strategis tersebut.
Pernyataan terbaru Rubio dinilai sebagai upaya meredam kritik dari kongres AS.
Para anggota legislatif sebelumnya menuding Presiden AS Donald Trump telah melanggar aturan perang yang tertuang dalam Powers Resolution tahun 1973.