Korsel Tolak Gabung Misi AS Tembus Selat Hormuz, 30 Juta Warga Iran Siap Perang Lanjutan
- Istimewa
Siap – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali meminta bantuan negara lain untuk menghadapi Iran. Hal ini membuktikan bahwa Washington tampak sangat kewalahan meladeni blokade Selat Hormuz.
Kali ini, Trump meminta bantuan pada salah satu sekutunya, yakni Korea Selatan.
Melalui akun media sosial pribadinya, orang nomor satu di Amerika itu mengajak Soul untuk bergabung melawan Iran.
Seruan ini disampaikan Trump setelah kapal kargo Korea Selatan, HMM Namu, terbakar di Selat Hormuz pada Senin, 4 Mei.
Trump menuduh Republik Islan itu sebagai pelaku penyerangan terhadap kapal komersil tersebut.
"Iran telah melancarkan beberapa serangan terhadap negara-negara yang tidak terkait sehubungan dengan pergerakan kapal Project Freedom, termasuk sebuah kapal kargo Korea Selatan. Mungkin sudah saatnya Korea Selatan datang dan bergabung dalam misi ini," tulis Trump di Truth Social dikutip pada Rabu, 6 Mei 2026.
Potret ilustrasi serangan Rudal
- Istimewa
Namun sejumlah pejabat di Korea Selatan menolak seruan Trump.
Korea Selatan hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran.
Dikutip dari South China Morning Post, para pejabat di Soul mengindikasikan bahwa Korea Selatan mungkin akan menunda keputusan untuk bergabung dengan misi Amerika Serikat.
Sebagaimana diketahui, Amerika meluncurkan Project Freedom, yakni pengawalan terhadap kapal-kapal komersil keluar dari Selat Hormuz.
Menurut pejabat Korea Selatan, keterlibatan militer di luar negeri akan memerlukan resolusi Dewan Keamanan PBB dan persetujuan Majelis Nasional.
Soul menegaskan, bahwa prioritas utama saat ini adalah menentukan penyebab kebakaran kapal.
Seandainya bergabung dengan misi Amerika Serikat, Korea Selatan tidak akan bergerak sendiri.
Trump tertekan akibat perang Iran
- Siap.viva/Iran Force
Soul akan menunggu Uni Eropa, Jepang, dan negara-negara lain setuju membentuk armada pengawal multinasional.
Ilmuwan politik, Jun Bong-geun mengatakan bahwa kehati-hatian tersebut mencerminkan kekhawatiran Korea Selatan terhadap negara tetangganya di utara yang memiliki senjata nuklir.
Ia juga mempertanyakan apakah seruan Trump tersebut benar-benar merupakan permintaan operasional yang serius.
Hal ini mengingat tidak adanya rencana konkret selain unggahan di media sosial.
Saling Tembak di Selat Hormuz
Rudal Iran dilaporkan telah menghamtam dua kapal penghancur Amerika Serikat yang dianggap nekat ingin menembus Selat Hormuz pada Senin, 4 Mei 2026.