Iran Merapat ke China, Negosiasi Drone dan Senjata Besar-besaran Dimulai

Menlu Iran negosiasi senjata besar-besaran di China.
Sumber :
  • Kolase Siap.viva

Siap – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di China untuk membahas kesepakatan besar yang disebut melibatkan drone dan senjata-senjata mematikan.

Perang Besar di Depan Mata, Pesan Presiden Iran untuk Dunia Islam Bikin Dunia Tersentak

Kunjungan tersebut langsung memicu perhatian dunia internasional karena berlangsung di tengah memanasnya konflik Republik Islam melawan Amerika Serikat dan Israel.

Media regional dan sejumlah analis geopolitik menilai pertemuan ini dapat menjadi salah satu langkah paling penting dalam hubungan strategis Teheran dan Beijing selama beberapa tahun terakhir.

Hari ke-79 Perang dengan Amerika, Iran Siapkan Rencana Baru di Selat Hormuz, Begini Aturan Mainnya

Apalagi, ketegangan di Timur Tengah kini terus meningkat setelah perang antara Iran dan blok AS-Israel meluas ke berbagai sektor.

Mulai dari operasi laut di Selat Hormuz hingga ancaman serangan balasan di kawasan Teluk Persia.

Timur Tengah Siaga Satu, Trump Ancam Serang Iran: Tidak Akan Ada yang Tersisa dari Mereka

Kedatangan Araghchi ke Beijing dipandang sebagai sinyal bahwa Teheran sedang memperkuat dukungan internasionalnya menghadapi tekanan Barat.

Menurut laporan sejumlah media Timur Tengah, pembicaraan kedua negara tidak hanya berkaitan dengan ekonomi dan energi, tetapi juga kerja sama militer, teknologi drone, dan sistem pertahanan.

Hingga kini belum ada rincian resmi terkait isi kesepakatan yang dibahas.

Namun sejumlah sumber diplomatik menyebut pembicaraan tersebut mencakup transfer teknologi, pengembangan drone tempur, dan kerja sama industri pertahanan jangka panjang.

Perkembangan ini langsung memunculkan kekhawatiran baru di Washington dan Tel Aviv.

Pasalnya, Republik Islam selama beberapa tahun terakhir dikenal sebagai salah satu negara dengan perkembangan teknologi drone tercepat di kawasan.

Drone Teheran telah digunakan dalam berbagai operasi militer regional dan dianggap menjadi salah satu senjata utama Teheran dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam konflik terbaru, teknologi drone juga disebut memainkan peran besar dalam operasi militer dan kelompok-kelompok sekutu Teheran di Timur Tengah.

Sementara itu, China dikenal memiliki kapasitas industri pertahanan yang sangat besar dan teknologi militer yang terus berkembang pesat.

Jika kedua negara benar-benar memperdalam kerja sama militer, maka keseimbangan kekuatan di Timur Tengah berpotensi berubah secara signifikan.

Kunjungan Araghchi juga berlangsung tidak lama setelah Beijing secara terbuka mendukung hak Teheran untuk membela diri dari ancaman asing.

Halaman Selanjutnya
img_title