China Tegas Dukung Iran, Respons Trump Bikin Dunia Terkejut!

Trump pilih jalur damai dengan China soal Iran.
Sumber :
  • Kolase Siap.viva

Siap – Dunia kembali dikejutkan oleh manuver geopolitik yang tak biasa.

Bocor, Tenyata Ini penyebab Negosiasi antara Amerika dan Iran Mandek Lagi, Permintaan Ugal ugalan?

Di tengah eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, China justru keluar sebagai pendukung tegas Republik Islam.

Namun respons Presiden AS, Donald Trump, benar-benar di luar dugaan.

Gawat, AS dan Israel Siapkan Serangan Besar besaran ke Iran Dalam Hitungan Jam?

Alih-alih membalas dengan ancaman atau sanksi baru, Trump memilih nada yang lebih kalem. 

“Saya pikir lebih baik berdamai dengan Tiongkok daripada bertengkar dengan Tiongkok. Dan mereka merasakan hal yang sama,” kata Trump.

Trump Panggil Tim Keamanan Nasional, Serangan Baru ke Iran Makin Dekat?

Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan media internasional karena muncul di tengah situasi yang sangat panas di Timur Tengah.

Sebelumnya, Beijing secara resmi menyatakan dukungan terhadap hak Teheran untuk membela diri dari ancaman asing.

Pernyataan bersama Iran-China itu memicu spekulasi besar tentang terbentuknya poros geopolitik baru yang dapat menantang dominasi Amerika Serikat di kawasan.

Para analis menilai ucapan Trump bukan sekadar pesan diplomatik biasa.

Banyak pengamat melihat Washington mulai menyadari bahwa konflik Iran telah berkembang jauh lebih besar dari perkiraan awal.

Apalagi, China dan Rusia kini semakin aktif menunjukkan dukungan politik dan strategis terhadap Teheran.

Situasi ini membuat Amerika Serikat menghadapi tekanan di banyak front sekaligus.

Di Timur Tengah, konflik Iran terus memanas.

Di sisi lain, hubungan ekonomi dan perdagangan AS-China juga masih penuh ketegangan.

Karena itu, pernyataan Trump dianggap sebagai sinyal bahwa Washington tidak ingin membuka konflik besar baru dengan Beijing saat fokus utama mereka masih tertuju pada Teheran.

Pernyataan tersebut juga muncul ketika Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian dunia.

Republik Islam sebelumnya mengancam akan menyerang kapal-kapal Amerika Serikat jika Washington terus meningkatkan operasi militernya di kawasan Teluk Persia.

Komandan IRGC bahkan memperingatkan bahwa Selat Hormuz dapat ditutup jika tekanan terhadap Iran terus berlangsung.

Ancaman itu membuat pasar energi global bergejolak.

Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap hari.

Gangguan kecil saja di kawasan tersebut dapat memicu lonjakan harga minyak dan mengguncang ekonomi global.

China menjadi salah satu negara yang paling berkepentingan menjaga stabilitas jalur energi tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title