Usai Trump, Kini Menteri Keuangan AS Klaim Selat Hormuz Telah Dikuasai, Respons Iran Lebih Mengerikan!

AS klaim kendali penuh atas Selat Hormuz.
Sumber :
  • Kolase Siap.viva

SiapMenteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS), Scott Besent menyatakan bahwa Washington telah mengambil langkah drastis untuk mengamankan Selat Hormuz.

Hari ke-79 Perang dengan Amerika, Iran Siapkan Rencana Baru di Selat Hormuz, Begini Aturan Mainnya

Langkah ini mencakup pengawasan ketat hingga pemblokiran akses logistik ke wilayah kedaulatan Iran.

Pernyataan keras itu disampaikan Menteri Keuangan AS Scott Besent dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa, 5 Mei 2026.

Timur Tengah Siaga Satu, Trump Ancam Serang Iran: Tidak Akan Ada yang Tersisa dari Mereka

“Kami mengatakan bahwa orang Iran tidak menguasai selat itu. Kami sepenuhnya menguasainya. Kami telah memblokir kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran,” kata Besent kepada Fox News.

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari Republik Islam.

Presiden Iran: Negara Islam Jangan Mau Diadu Domba AS-Israel

Teheran menilai langkah Washington sebagai bentuk agresi maritim yang dapat memperluas konflik di Timur Tengah.

Situasi di Selat Hormuz kini menjadi sorotan dunia.

Jalur laut sempit itu merupakan salah satu titik paling strategis di planet ini karena sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati kawasan tersebut setiap hari.

Ketegangan terbaru terjadi setelah Komando Pusat AS atau CENTCOM mengumumkan pengawalan kapal-kapal komersial Amerika melewati Selat Hormuz.

Menurut laporan tersebut, dua kapal dagang berbendera Amerika berhasil melewati jalur tersebut dengan aman di bawah perlindungan militer AS.

“Pasukan Amerika berpartisipasi dalam pemulihan lalu lintas maritim sipil,” demikian keterangan yang disampaikan pihak AS.

Langkah Washington itu terjadi di tengah meningkatnya perang terbuka sejak serangan bersama Israel ke sejumlah fasilitas strategis Republik Islam pada akhir Februari 2026.

Konflik tersebut kemudian berkembang menjadi perang regional yang melibatkan ancaman penutupan Selat Hormuz, serangan drone, hingga operasi laut di Teluk Persia.

Teheran sebelumnya sudah memperingatkan bahwa setiap upaya negara asing untuk mengontrol Selat Hormuz akan dianggap sebagai tindakan permusuhan.

Komandan IRGC Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh bahkan menegaskan bahwa Iran siap menutup selat tersebut jika tekanan militer terus meningkat.

“Kami siap tutup selat jika perlu,” kata Hajizadeh kepada Fars News.

Pernyataan Besent kini dipandang sebagai sinyal bahwa Washington mulai meningkatkan operasi militernya secara lebih agresif di kawasan Teluk.

Sejumlah analis Barat menilai langkah AS bukan hanya untuk melindungi jalur perdagangan, tetapi juga untuk menunjukkan dominasi strategis terhadap Iran.

Halaman Selanjutnya
img_title