Frustrasi Lawan Iran, Trump Ancam Tarik Pasukan AS dari Italia dan Spanyol
- Kolase Siap.viva
Siap – Frustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap sekutu Eropa kini mencapai puncaknya.
Bukan hanya sekadar kritik diplomatik, Trump kini mengancam tindakan nyata: menarik ribuan pasukan AS dari Italia dan Spanyol.
Keputusan ini diambil karena kedua negara dinilai tidak memberikan dukungan yang memadai dalam perang melawan Iran.
Trump bahkan meluapkan amarahnya di hadapan awak media pada Kamis, 30 April 2026.
"Italia tidak membantu kita sama sekali. Spanyol? Spanyol sangat mengerikan, benar-benar mengerikan!" ujar Trump dengan nada kesal.
Ketika ditanya apakah ia akan menarik pasukan AS dari kedua negara itu, Trump menjawab singkat.
"Kemungkinan besar. Lihat, kenapa tidak?"
Ancaman ini bukan isapan jempol belaka.
Data Pentagon, sebagaimana laporan Daily Jang, menunjukkan bahwa saat ini sekitar 13.000 personel militer AS ditempatkan di tujuh pangkalan angkatan laut di Italia.
Sementara di Spanyol, lebih dari 3.800 tentara aktif AS bertugas di pangkalan Rota dan Morón hingga akhir 2025.
Jika ancaman Trump direalisasikan, lebih dari 16.800 pasukan AS—belum termasuk personel pendukung dan keluarga—akan terkena imbasnya.
Angka ini bahkan bisa membengkak menjadi lebih dari 20.000 jika ditambah dengan rencana penarikan 5.000 tentara dari Jerman yang sebelumnya telah diumumkan Pentagon.
Mengapa Trump Murka? Ini Pemicunya
Apa yang sebenarnya membuat Trump begitu marah pada Italia dan Spanyol?
Jawabannya terletak pada penolakan kedua negara tersebut untuk terlibat dalam operasi militer AS di Timur Tengah, khususnya terkait Selat Hormuz.
Italia, misalnya, melarang pesawat-pesawat AS menggunakan Pangkalan Udara Sigonella di Sisilia sebagai titik transit pengiriman senjata ke Timur Tengah.
Larangan ini diberlakukan pada akhir Maret 2025 dan menjadi titik awal ketegangan dengan Washington.
Spanyol bahkan lebih tegas.
Perdana Menteri Pedro Sanchez secara konsisten mengkritik perang AS-Israel melawan Iran sejak awal konflik pada 28 Februari 2026.
Pemerintah Spanyol tidak hanya melarang penggunaan pangkalan militer bersama untuk operasi perang, tetapi juga menolak memberikan izin lintas wilayah udara bagi pesawat-pesawat tempur AS.
"Spanyol mendukung kerja sama dengan sekutu, tetapi selalu dalam kerangka hukum internasional," demikian pernyataan resmi pemerintah Sanchez.