Demo Kantor Gubernur Kalbar, BEM Soroti Program Makan Bergizi Gratis

BEM dari sejumlah Universitas di Pontianak menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur
Sumber :
  • Ngadri/siap.viva.co.id

VIVA – Memperingati Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sejumlah mahasiswa dari sejumlah Universitas di Pontianak menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Barat di Jalan Ahmad Yani, Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat, pada Senin 4 Mei 2026.

img_title Dua Tahun Prabowo: GREAT Institute: Memperkuat Jalan Menuju Kesejahteraan

Pantauan dilapangan, para pengunjuk rasa mendatangi kantor Gubernur Kalbar dengan berjalan kaki dengan pengawalan ketat aparat keamanan.

Tiba didepan kantor Gubernur Kalbar, para pengunjuk rasa lantas menyampaikan aspirasi terkait buruh yang masih mendapatkan upah dibawah upah minumum regional (UMR) dan menuntut agar diberikan tunjangan jaminan sosial.

img_title Mahasiswa Resmi Laporkan Oknum Ormas ke Polda Kalbar, DEMA IAIN: Usut Tuntas

Perwakilan pengunjuk rasa, Habib Iqbal dalam orasi tersebut menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemprov Kalbar agar memperhatikan nasib para buruh dan para guru.

‘’Kami ingin pemerintah menyiapkan lapangan pekerjaan dan jaminan secara penuh dan menuntut pemerintah menaikan upah buruh serta jaminan sosial,’’kata Iqbal dikutip pada Senin 4 Mei 2026.

img_title Demo di Pontianak Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Water Cannon dibalas Lemparan Batu

Sementara itu, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Keguruan Pontianak menyatakan perlawanan terhadap ketidakadilan terhadap kebijak-kebijakan pemerintah.

‘’Kami masih menyaksikan kebijakan yang lahir dari ruang-ruang kekuasaan yang ditutup-tutupi, lalu ditandatangani tanpa mendengarkan cerita seorang rakyat. Seolah-olah di waktu itu adalah kebenaran yang tidak bisa lagi digugat,’’ujarnya.

Ia juga mengatakan, kebutuhan-kebutuhan pendidikan yang harusnya menjadi kebutuhan-kebutuhan esensial, seolah dialihkan pada program-program yang seharusnya dapat dievaluasi secara menyeluruh.

‘’Saya yakin kita semua sependapat bahwasannya, makan bergizi gratis (MBG) adalah hak setiap anak. Namun ketika program tersebut tidak kemudian menjadi prioritas, ketika program tersebut dipaksakan untuk 100% dimiliki oleh anak-anak Indonesia,sehingga pada hari ini kita menyatakan, kita tahu bahwasannya, APBN kita difisit sampai 200 miliun,’’ungkapnya.

Menteri Kastrad Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Untan, Pangestu mengaku kecewa lantaran Gubernur Kalbar, Ria Norsan tidak menemui para pengunjuk rasa.

‘’Kami akan datang kembali dengan jumlah masa lebih besar, jika tuntutan kami tidak ditanggapi,’’pungkasnya.