KPAD Desak Polisi Buru Ayah Tiri yang Cabuli Bocah SD di Depok, Begini Kronologinya
- Istimewa
"Dan yang pasti juga kita dorong proses hukumnya agar pelaku ini bisa segera ditangkap," sambung dia.
Ketika disinggung soal pendidikan korban, mengingat yang bersangkutan akan memasuki ujian akhir sekolah, menurut Chendy yang terpenting adalah pemulihan pasca trauma.
"Nah tentu dalam kondisi ujian sekolah, kan anak ini kan perlu kita lihat ya kondisinya seperti apa. Lalau sekarang ini memang tidak memungkinkan untuk ke sekolah dan memang trauma berat, nah tentu proses ujian harus ditunda dulu," tuturnya.
"Dan pihak sekolah juga tentunya harus memberikan keringanan ya, kebijakan bahwa sampai dengan anak ini siap untuk mengikuti ujian, baru bisa dilakukan ujian susulan gitu," sambung dia.
Lebih lanjut Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta ini memastikan, korban akan tetap mendapatkan hak pendidikan.
"Ya tetap haknya untuk mengikuti ujian dengan baik yaitu harus diperhatikan oleh sekolah gitu, tapi tentu juga dalam kondisi anak yang sudah lebih baik dan siap mengikuti ujian. Ya kami sarankan memang sebaiknya kita lakukan pendampingan psikis dulu, bimbingan konseling gitu oleh psikolog nanti," ujarnya.
"Nah, nanti setelah itu jika kondisinya sudah baik, anak sudah siap, nah sekolah perkenankan anak untuk bisa mengikuti ujian," timpal dia lagi.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Unit PPA Polres Metro Depok masih menggali keterangan dan petunjuk guna memburu dugaan pelaku cabul tersebut.