Trump Kembali Langgar Gencatan Senjata, Iran Siap Ledakkan Kapal Tanker AS di Selat Hormuz
- Kolase Siap.viva
Siap – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memasuki fase berbahaya setelah Teheran menuduh Presiden AS Donald Trump melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dijalankan secara tidak resmi di kawasan Teluk.
Pemerintah Teheran menilai keputusan Washington untuk mengawal kapal-kapal tanker melalui Selat Hormuz sebagai bentuk provokasi baru yang dapat memicu perang terbuka di Timur Tengah.
Situasi itu langsung memicu ancaman keras dari Republik Islam.
Republik Islam memperingatkan bahwa mereka siap menyerang kapal tanker minyak mana pun yang melintasi Selat Hormuz jika Amerika Serikat terus menjalankan operasi militernya di kawasan tersebut.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya pengerahan kekuatan laut Amerika di Teluk Persia dan Laut Arab dalam beberapa hari terakhir.
Media pemerintah Iran menyebut langkah Washington sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap semangat gencatan senjata yang sebelumnya menjadi dasar meredanya ketegangan sementara di kawasan.
Langkah Donald Trump sebelumnya memang memicu perhatian global setelah Gedung Putih mengumumkan bahwa kapal-kapal AS akan mulai mengawal tanker minyak melewati Selat Hormuz mulai Senin, 4 Mei 2026.
Trump juga memperingatkan bahwa setiap gangguan terhadap jalur pelayaran internasional akan ditanggapi secara tegas, terutama jika berasal dari Republik Islam.
Pernyataan itu langsung dibalas keras oleh Teheran.
Pejabat keamanan Republik Islam menegaskan bahwa tidak akan tinggal diam jika Amerika Serikat memperluas operasi militernya di jalur strategis tersebut.
Selat Hormuz sendiri menjadi salah satu jalur energi paling penting di dunia.
Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati perairan sempit tersebut setiap harinya.
Karena itu, setiap ancaman konflik di wilayah itu langsung mengguncang pasar energi internasional.
Harga minyak dunia dalam beberapa hari terakhir kembali bergerak naik akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan.
Beberapa analis energi memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz atau serangan terhadap tanker dapat memicu lonjakan harga minyak global hingga di atas 200 dolar AS per barel.
Kondisi tersebut dikhawatirkan memicu krisis ekonomi baru di berbagai negara.
Iran Sebut AS Memperbesar Risiko Perang