Trump Ngamuk Baca Proposal Iran, Pengamat Inggris: Ini Persaingan Sengit

Presiden Amerika Donald Trump soal Iran
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Presiden Amerika (AS) Donald Trump kembali meluapkan kekesalannya atas syarat proposal damai yang diajukan Iran.

img_title Trump Hadapi Pilihan Besar soal Iran, Serangan Militer dan Risiko Perang Jadi Sorotan

Melalui unggahan media sosial pribadinya, Trump menilai Iran tak bisa diajak kompromi.

“Iran tidak becus mengatur segalanya. Mereka sebaiknya segera bertindak cerdas," katanya dengan nada kesal seperti dikutip dari Al Jazeera pada Rabu, 29 April 2026.

img_title Surat Rahasia Wapres AS JD Vance Tiba, Iran Tegaskan Syarat Damai Harga Mati!

“Mereka tidak tahu bagaimana menandatangani kesepakatan non-nuklir,” sambungnya.

Adu Gengsi 2 Negara

img_title Bikin Dunia Tahan Nafas! AS Peringatkan Negara Teluk Siap siap, Sinyal Perang Besar?

Sementara itu, dosen keamanan internasional di King’s College London Rob Geist Pinfold menilai, kedua negara yang tengah bertikai ini sedang menunjukkan powernya masing-masing. 

Baik saat perang fisik maupun dalam perundingan yang dimediasi oleh Pakistan.

“Kita telah melewati tahap, setidaknya untuk saat ini, untuk perang fisik, tetapi kita masih berada dalam tahap persaingan sengit antara AS dan Iran di mana kedua pihak pada dasarnya mencoba memberi sinyal kepada pihak lain bahwa mereka memiliki lebih banyak ketahanan, bahwa waktu ada di pihak mereka,” ujarnya.

Potret Ilustrasi Selat Hormuz

Photo :
  • Istimewa

Menurut dia, Teheran sedang menunda semua masalah sulit dengan memprioritaskan pengakhiran perang dan pembukaan Selat Hormuz.

“[Tetapi] ini sama sekali tidak berhasil bagi Amerika karena mereka merasa jika mereka melepaskan pengaruh yang mereka miliki, pengaruh kekuatan fisik, perang dapat berlanjut," ujarnya. 

"Iran tahu bahwa, jika mereka melepaskan itu (Selat Hormuz), maka mereka pada dasarnya melepaskan kartu terbaik mereka.”

Amerika Sedang Dipermalukan

Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut, Amerika Serikat kini sedang dipermalukan dalam perangnya melawan Iran. 

Dilansir dari Al Jazeera, menurut Merz Washington tak punya jalan keluar yang jelas dari konflik tersebut. 

Ia lantas menilai Teheran kini semakin unggul dalam pertempuran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Hal itu disampaikan Merz saat berbicara pada mahasiswa di Kota Marburg, Jerman pada Senin 27 April 2026. 

Dikutip dari kanal YouTube Kompas, Merz menyebut situasi di Iran telah mengungkap masalah strategis yang lebih dalam bagi AS. 

Ia kemudian membandingkannya dengan kegagalan militer negeri Paman Sam itu di masa lalu, dan AS berisiko terjebak dalam situasi sulit yang serupa dengan perang melawan Irak dan Afghanistan.

Halaman Selanjutnya
img_title