Iran Singgung Selat Malaka, AS Diperingatkan Tak Campuri Kedaulatan Indonesia
- Istimewa
Siap – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kini meluas hingga menyinggung Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.
Pemerintah Iran memperingatkan Washington agar tidak mengatur kedaulatan wilayah negara lain, termasuk Selat Malaka milik Republik Indonesia.
Pernyataan ini muncul setelah Amerika Serikat dilaporkan mencegat kapal tanker minyak milik Iran di jalur pelayaran penting tersebut.
Teheran menilai langkah itu sebagai bentuk intervensi yang berbahaya dan berpotensi memicu konflik lebih luas.
Pemimpin senior Iran, Ali Akbar Velayati, menyampaikan peringatan keras melalui akun media sosialnya.
"Stabilitas di Selat Hormuz dan Malaka berada di bawah kendali kekuatan regional dan mitra strategisnya. Sementara keamanan di Selat Bab el-Mandeb dikelola oleh pihak Ansar Allah (Houthi Yaman)."
Pernyataan ini menandai perubahan narasi Iran yang kini mulai menyoroti kawasan di luar Timur Tengah sebagai bagian dari dinamika konflik.
Situasi ini meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik Iran dan Amerika Serikat dapat meluas ke jalur perdagangan global.
Selat Strategis Jadi Pusat Ketegangan Baru
Ketegangan terbaru tidak hanya terjadi di Selat Hormuz, tetapi juga mulai merambah ke Selat Malaka dan Selat Bab el-Mandeb.
Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.
Namun kini, perhatian juga tertuju pada Selat Malaka yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik.
Sebagaimana mengutip laporan Reuters, setiap gangguan di jalur ini dapat berdampak langsung pada stabilitas energi global.
Disitat dari kanal YouTube SINDOnews, Amerika Serikat disebut melanggar gencatan senjata dengan menembak kapal Iran.
Insiden tersebut memicu kemarahan sekutu Iran di kawasan, termasuk Yaman.
Wakil Menteri Luar Negeri Yaman, Hussein al-Ezzi, memperingatkan kemungkinan penutupan Selat Bab el-Mandeb.
Ancaman ini memperbesar risiko terjadinya blokade di beberapa titik penting sekaligus.
Jika terjadi, dampaknya bisa memicu lonjakan harga minyak dunia dan gangguan rantai pasok global.
Sebelumnya, Iran sempat membuka blokade Selat Hormuz.
Namun, Teheran kembali menutupnya pada Sabtu, 18 April, setelah menilai Amerika Serikat masih melakukan blokade di Selat Oman.