Lindungi Indonesia, Iran Peringatkan AS Jangan Perluas Medan Perang ke Selat Malaka
- Istimewa
Siap – Pemerintah Iran mengingatkan Amerika Serikat agar tidak mengatur kedaulatan suatu negara, termasuk Selat Malaka milik Republik Indonesia.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) meluas ke Selat Malaka.
Hal itu ditandai dengan upaya AS mencegat kapal tanker minyak Republik di jalur pelayaran penting tersebut.
Iran mengancam akan membalas tindakan ini dengan memicu reaksi berantai yang berpotensi melibatkan stabilitas keamanan di Selat Malaka.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati melalui akun media sosial pribadinya di X menyebut, masa di mana kekuatan luar negeri mendikte keamanan wilayah dari kejauhan telah berakhir saat ini.
"Stabilitas di Selat Hormuz dan Malaka berada di bawah kendali kekuatan regional dan mitra strategisnya. Sementara keamanan di Selat Bab el-Mandeb dikelola oleh pihak Ansar Allah (Houthi Yaman)."
Selat Malaka Berpotensi Jadi Titik Konflik Baru Setelah Hormuz.
Potret Ilustrasi
- Istimewa
Disitat dari kanal YouTube SINDOnews, Amerika Serikat langgar gencatan senjata dengan menembak kapal Iran.
Yaman pun geram ancam tutup Selat Bab el-Mandeb. Melalui akun media sosialnya, Wakil Menteri Luar Negeri Yaman, Hussein al-Ezzi, memperingatkan Amerika.
Yaman mengancam militernya akan memblokade Selat Bab el-Mandeb jika Amerika terus menghambat proses perdamaian. Saling blokade kawasan Teluk.
Sebelumnya, Teheran sempat membuka blokade Selat Hormuz, namun kembali mengumumkan menutup Selat Hormuz pada Sabtu, 18 April.
Itu terjadi setelah Amerika Serikat ternyata tetap memblokade kawasan Selat Oman hingga terjadi penembakan kapal Republik Islam.
Siap Balas Arogansi AS
Amerika Serikat merilis video detik-detik saat pasukannya saat mengambil alih kapal kargo milik Iran.
Pasukan militer Amerika Serikat mendarat di kapal ini menggunakan helikopter yang berasal dari kapal induk USS Tripoli mengambil alih kapal kargo Tosca yang sebelumnya sempat ditembak oleh kapal penghancur USS Spruance (DDG-111).
Amerika beralasan, kapal milik Iran ini mencoba menembus blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz.
Merespon hal itu, Teheran, Iran kembali membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Militer setempat mengumumkan mereka telah menghentikan dua kapal tanker minyak berbendara Angola dan Botswana.