Presiden Israel Tolak Ampuni Netanyahu, Dampaknya ke Perang Iran Disorot
- Siap.viva/The Middle East
Siap – Keputusan besar baru saja keluar dari kantor kepresidenan Israel.
Presiden Isaac Herzog secara tegas memutuskan untuk tidak memberikan grasi kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam kasus korupsi yang menjeratnya.
Setidaknya untuk saat ini.
Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times.
Mereka mengutip dua pejabat senior Israel yang mengetahui langsung pemikiran Herzog.
Alih-alih mengabulkan permintaan grasi yang diajukan Netanyahu pada November lalu, Herzog memilih jalan lain.
Ia akan memfasilitasi proses mediasi.
Tujuannya jelas: mencapai kesepakatan plea bargain antara Netanyahu dan jaksa penuntut.
Jadi, apa sebenarnya yang terjadi?
Mengapa presiden yang memegang wewenang grasi ini mundur selangkah?
Dan bagaimana kaitannya dengan ketegangan terbaru dengan Iran?
Mengapa Herzog Memilih Jalan Tengah yang Berisiko?
Bagi Herzog, keputusan ini bukanlah hitam-putih.
Memberi grasi sekarang akan memicu badai politik.
Menolaknya mentah-mentah juga sama berbahayanya.
Apalagi Israel akan menghadapi pemilihan umum dalam enam bulan.
Jadi, ia memilih menjadi penengah.
Kantor Kepresidenan Herzog merilis pernyataan resmi.
Mereka menjelaskan alasan di balik langkah ini.
"Presiden Isaac Herzog menganggap solusi damai antara kedua belah pihak adalah kepentingan publik yang penting," demikian pernyataan resmi Kantor Kepresidenan Herzog seperti dikutip The New York Times, Senin, 27 April 2026.
Pernyataan itu menegaskan komitmen Herzog untuk menjaga persatuan.
Ia percaya bahwa mediasi adalah satu-satunya jalan untuk menurunkan ketegangan politik yang memecah belah Israel saat ini.
Proses mediasi ini akan melibatkan dua kubu yang saling berhadapan.
Di satu sisi, ada pengacara Netanyahu, Amit Hadad.
Di sisi lain, Jaksa Agung Gali Baharav-Miara, yang dikenal sebagai musuh ideologis pemerintah Netanyahu.
Ini bukan tugas mudah.
Jaksa Agung sebelumnya telah memblokir sejumlah inisiatif legislatif pemerintah.
Namun, Herzog yakin ada ruang untuk kreativitas dan terobosan hukum.
Isi Permintaan Grasi Netanyahu dan Kekuatan di Baliknya
Potret PM Israel Benjamin Netanyahu
- Istimewa
Netanyahu secara resmi mengajukan permintaan grasi pada November tahun lalu.
Ia berargumen bahwa persidangan ini merobek-robek persatuan bangsa.