Geser Isu Nuklir! Iran Kini Cuma Mau Bahas Uang & Selat Hormuz, AS Kena PHP?

Ketegangan AS-Iran: Syarat Iran untuk Berunding.
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Teheran mengubah peta permainan. Di tengah mediasi intensif yang dilakukan Pakistan, Iran secara tegas menggeser fokus negosiasi dengan Amerika Serikat.

img_title Ngeri, Ini Ancaman Iran ke AS: Anda Tak Akan Bisa Keluar dari 'Jurang Neraka' yang Anda Ciptakan Sendiri!

Isu mengenai program nuklir yang selama ini menjadi momok bagi dunia, kini bukan lagi agenda utama.

Pernyataan mengejutkan ini datang dari media semi-resmi Republik Islam, Tasnim News.

img_title Serem, Iran Mulai Gunakan Rudal yang Bisa Menentukan Mangsanya Sendiri

Teheran menyebutkan bahwa mereka "tidak lagi tertarik" pada kesepakatan yang mencakup batasan pada program nuklirnya.

Ini adalah perubahan haluan yang dramatis. Amerika Serikat selama ini bersikukuh untuk membatasi laju pengayaan uranium Republik Islam.

img_title Jantung Energi Iran Dibayangi Ancaman, Ledakan Misterius Muncul di Pulau Kharg

Namun, kini seolah-olah Teheran menarik kartu truf dari meja perundingan.

Alih-alih membahas sentrifugal dan kadar pengayaan, Iran hanya ingin membicarakan uang dan jalan laut.

Selat Hormuz dan Uang Damai Jadi Prioritas Utama

Lantas, apa yang sebenarnya ingin dibahas oleh Republik Islam jika bukan nuklir?

Menurut laporan Tasnim News, delegasi Iran saat ini hanya fokus pada negosiasi untuk syarat-syarat mengakhiri perang.

Ada empat poin besar yang mengemuka.

Pertama, masa depan Selat Hormuz.

Kedua, kompensasi atas kerusakan.

Ketiga, pencabutan sanksi.

Keempat, penghapusan blokade laut AS yang sedang berlangsung.

Isu nuklir, menurut sumber yang sama, mungkin bisa dibahas atau ditangani pada waktu yang lebih kemudian.

Atau bahkan dalam kesepakatan terpisah.

Namun, sangat ditekankan bahwa negosiasi saat ini dengan mediasi Pakistan tidak akan lagi mencakup program nuklir.

Langkah ini menunjukkan bahwa Teheran sedang memanfaatkan posisi tawar tertinggi mereka.

Sejak konflik pecah akhir Februari lalu, Republik Islam telah berhasil menunjukkan kekuatannya di Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20 persen minyak dunia.

Bahkan, seperti dilansir Republika mengutip Al Jazeera, Republik Islam untuk pertama kalinya telah menerima pendapatan dari penerapan tarif tol terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Uang tersebut langsung disimpan di Bank Sentral Iran.

Ini tentu merupakan bisnis yang menguntungkan, dan Teheran tidak ingin kehilangan sumber pendapatan ini begitu saja.

Mengapa Teheran Tiba-tiba "Bosan" dengan Isu Nuklir?

Warisan Fatwa Nuklir Khamenei

Photo :
  • Siap.viva/X/@SulaimanALFAHD1

Strategi Republik Islam terbilang cerdik namun juga berisiko.

Halaman Selanjutnya
img_title