Viral Gegara Ini Eks Putra Mahkota Iran Disiram Demonstran di Jerman,  "Jelek jelekin" Negara Sendiri?

Potret Reza Pahlavi menyapa warga meski sudah disiram cairan merah
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Alih alih mendapat sambutan hangat, mantan putra mahkota Iran Reza Pahlavi malah disiram cairan merah oleh para demonstran saat berkunjung ke Berlin Jerman pada Kamis (23/4).

img_title Iran Tebar Serangan Besar, AS Kini Dikepung dari Berbagai Arah

Dalam sebuah potongan video yang viral di media sosial tampak bercak merah pada bagian bahu belakang dari Pahlevi.

Meski demikian, ia terlihat santai dan tetap menyapa warga. Berdasarkan laporan sejumlah media, Insiden itu terjadi usai Pahlevi menghadiri konferensi pers di Berlin.

img_title AS Dikejutkan Gelombang Serangan Baru Iran, Kawasan Teluk Siaga Tinggi

Namun diluar gedung tersebut tampak warga tengah menggelar aksi demonstrasi, beberapa membawa foto mendiang Shah Iran ini dan bendera pra revolusi Iran.

Pahlevi sendiri berada di Jerman atas kunjungan pribadi dan tak bertemu dengan pemerintahan negara tersebut.

img_title Stok Rudal Balistik AS Terkuras Perang Iran, Trump Blunder Lagi?

Pada saat konferensi pers tersebut Pahlevi mengkritik gencatan senjata antara Amerika dan Iran.

"Saya tidak mengatakan bahwa diplomasi tidak boleh diberi kesempatan, tetapi saya pikir diplomasi sudah diberi kesempatan yang cukup," kata dia, seperti dilansir Ynet News.

Kemudian, Pahlavi menyebut gencatan senjata mengasumsikan perilaku pemerintah Iran akan berubah dan para pejabat sekarang akan berurusan dengan orang-orang yang pragmatis.

Dia lalu mengompori warga Iran untuk berbuat lebih banyak dengan dalih "demokrasi."

Untuk meyakinkan argumennya, Pahlavi menjabarkan data bahwa 19 tahanan politik dieksekusi pemerintah Iran selama dua pekan sebelumnya dan 20 warga lain dijatuhi hukuman mati.

"Akan kah dunia bebas melakukan sesuatu, atau hanya menyaksikan pembantaian itu dalam diam?" kata dia.

Pahlavi, sebagaimana yang sering digemakan, lalu mendesak perubahan pemerintahan di Iran yang dianggap tak demokratis.

Setelah konferensi pers rampung, dia keluar gedung diikuti beberapa pengawalnya.

Saat sedang berjalan Pahlavi tampak menerima pertanyaan dari seseorang. Lalu tiba-tiba orang lain dari belakang dia menyiram bagian punggung Pahlavi dengan cairan merah.

Pengawalnya bergegas mengamankan penyiram tersebut.

Pahlavi tampak tak peduli dan terus berjalan meski ada bercak merah di jas biru gelap yang dikenakan.

Ia bahkan sempat menyapa para pendukungnya di Berlin.

Pahlavi merupakan anak Shah Iran terakhir, Mohammad Reza Pahlavi, yang digulingkan dalam Revolusi Islam Iran pada 1979.

Halaman Selanjutnya
img_title