Geger, Iran Berikan Spanyol Karpet Merah di Selat Hormuz, Trump Ngamuk Ingin Jadi "Koboi" Israel Tunggu Lampu Hijau
- Istimewa
Tak hanya itu, Donald Trump juga mengaku bahwa dirinya memerintahkan kapal penyapu ranjau AS untuk terus membersihkan jalur tersebut.
"Dengan kekuatan yang ditingkatkan tiga kali lipat,"
Pernyataan tersebut menandai peningkatan tajam ketegangan Antara AS dan Iran terkait jalur pelayaran minyak yang sangat penting itu.
Trump selama ini secara agresif menekan Teheran agar membuka kembali sepenuhnya Selat Hormuz sebagai bagian dari gencatan senjata yang rapuh.
Kesepakatan itu sebenarnya dijadwalkan berakhir pekan ini sebelum akhirnya diperpanjang secara sepihak oleh Trump.
Sebagai bagian dari tekanan, Washington telah memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran di kawasan tersebut guna memaksa Teheran melonggarkan kontrolnya atas selat dan kembali ke meja perundingan.
Komando Pusat AS menyatakan bahwa hingga kini pihaknya telah mengarahkan 31 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan sebagai bagian dari pelaksanaan blokade tersebut.
Trump juga menegaskan bahwa kendali atas selat kini berada di tangan AS, bukan Iran.
"Kami memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz," tulisnya dalam unggahan lain di Truth Social pada Kamis pagi.
"Tidak ada kapal yang dapat masuk atau keluar tanpa persetujuan Angkatan Laut Amerika Serikat. Jalur itu 'tertutup rapat,' sampai Iran mampu membuat sebuah KESEPAKATAN!!!" lanjutnya.
Kurang dari 15 menit kemudian, Trump kembali memanaskan situasi dengan membagikan ulang sebuah artikel opini Washington Post berjudul, "Trump doesn't need a deal to get what he wants from Iran." "Sangat benar!!!" tulis Trump.
Israel Tunggu Lampu Hijau
Israel dikabarkan dengan sesumbar menyebut bahwa mereka siap mengembalikan Republik Islam Iran ke Zaman Batu.
Menteri Pertahanan Zionis Israel Kata mengatakan bahwa pihaknya sedang menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat untuk menjalankan misi tersebut.
"Israel siap untuk melanjutkan perang melawan Iran," katanya dalam pernyataan video pada Kamis seperti dilansir AFP.
"Militer Israel siap baik secara defensif maupun ofensif dan target telah ditandai," lanjutnya.
"Kami sedang menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat pertama dan terutama untuk menyelesaikan penghapusan dinasti Khamenei dan juga untuk mengembalikan Iran ke zaman batu dan kegelapan dengan menghancurkan fasilitas energi, listrik utama serta membongkar infrastruktur ekonominya," lanjut Dia