Senator Amerika Ngamuk Trump Bikin Keuangan AS Boncos Gegara Perang Iran
- Istimewa
Siap – Amerika Serikat mengalami kerugian keuangan yang cukup parah imbas perang terhadap Iran. Bahkan, AS nampaknya tak sanggup melawan lagi lantaran krisis rudal.
Dikutip dari kanal YouTube Metro TV, Senator Amerika Serikat Patty Murray murka dengan pemerintahan Donald Trump yang semakin ugal-ugalan dalam mengelola anggaran negara.
Muray mengatakan, bahwa anggaran federal terbaru Amerika membengkak imbas agresi Donald Trump ke Iran.
Dalam sidang Komite Alokasi Senat, Muray menyoroti lonjakan anggaran militer yang nilainya hingga sebesar 1,5 triliun dolar.
Tak hanya itu, Presiden AS Donald Trump juga dinilai tidak memprioritaskan warganya di tengah lonjakan harga bensin yang menembus 4 dolar per galon.
"Bapak menteri rakyat sedang terpukul oleh pajak yang biaya energi yang meroket akibat kebijakan pemerintahan ini. Harga rata-rata bensin saat ini adalah 4,04 dolar. Angka itu lebih tinggi daripada harga di tempat tinggal saya. Dan merupakan tertinggi dalam 4 tahun terakhir," katanya.
Muray juga memperingatkan semakin potensi parahnya ekonomi sektor manufaktur dan pangan 1 tahun ke depan.
"Biaya listrik juga naik 6,9 persen selama setahun terakhir, itu lebih dari dua kali lipat tingkat inflasi namun anggaran Anda justru berupaya menghapuskan program-program yang benar-benar membantu rakyat menghemat uang," keluhnya.
"Saya telah menyebutkan sebelumnya mengenai program bantuan efisiensi energi dan program energi negara bagian. Sementara itu Anda minta untuk membelanjakan 7,4 miliar dolar untuk senjata nuklir," sambungnya.
Potret Ilustrasi Presiden AS Donald Trump
- Istimewa
Lebih lanjut Muray juga menyinggung pernyataan pemerintah AS bahwa harga gas mungkin tidak akan turun di bawah 3 dolar per galon hingga tahun depan.
"Presiden Trump mengatakan bahwa anda sepenuhnya keliru. apakah anda tetap berpegang pada pernyataan anda bahwa harga tidak akan turun hingga tahun depan?" tanya dia dengan nada emosi.
Krisis Rudal
Selain dampak ekonomi yang merosot tajam, perang Iran ternyata juga menguras stok rudal Amerika.
Berdasarkan laporan terbaru per April 2026, stok rudal Amerika Serikat menipis drastis akibat konflik yang intens dengan Republik Islam Iran.
Data yang dihimpun menunjukkan, bahwa pasokan rudal penting AS, khususnya jenis Patriot dan THAAD, telah berkurang secara signifikan, dengan beberapa laporan menyebutkan penurunan hingga 50 persen.