Kena Karma, Israel Terjepit di Eropa, PM Hungaria Bersumpah Tangkap Natanyahu, Orang Itu Harus Ditahan!!!
- Istimewa
Siap –Nasib PM Israel Benjamin Netanyahu kini berada diujung tanduk, pasalnya kekinian Perdana Menteri Hungaria bersumpah akan menangkapnya dengan perintah Pengadilan Pidan Internasional (International Criminal Court/ICC).
ICC sendiri sebelumnya telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu karena dianggap melakukan kejahatan atas genosida di jalur Gaza.
Magyar menegaskan kembali soal keanggotaan Hungaria di ICC sehingga berkewajiban menjalankan perintah badan peradilan internasional tersebut.
Ia bahkan sudah memberikan peringatan kepada Netanyahu terkait penangkapannya jika melawat ke Hungaria.
Tekad Magyar itu berbeda dengan PM sebelumnya Viktor Orban yang merupakan sekutu Presiden Amerika Donald Trump dan relasi Netanyahu.
Bahkan Orban sebelumnya berencana menarik Hungaria dari keanggotaan ICC pada tahun lalu lantaran ogan menangkap Netanyahu.
Tepatnya pada 2 Juni tahun lalu, Hungaria menjadi satu satunya negara Uni Eropa yang menolak keputusan dari ICC tersebut.
Kini, dibawah kepemimpinan Magyar yang mengalahkan Orban pada pemilihan awal April lalu, pemerintahannya telah mempelajari dan akan menyetop rencana Hungaria keluar dari ICC.
"Saya percaya bahwa jika suatu negara adalah anggota Mahkamah Pidana Internasional dan seorang yang dicari oleh pengadilan memasuki wilayah kita maka orang itu harus ditahan," ketanya seperti dilansir Sky News.
Surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dikritik keras oleh Presiden AS saat itu Joe Biden dan penerusnya Trump terus mendukung.
Negara Uni Eropa Bergerak
Tiga negara yakni Spanyol, Slovenia dan Irlandia mendesak Uni Eropa untuk membahas penangguhan perjanjian Asosiasinya dengan Israel.
Ketiga negara itu menyebut bahwa blok tersebut hanya jadi penonton melihat kondisi yang semakin buruk di Lebanon, Gaza dan Tepi barat yang diduduki Israel.
Berbicara sebelum pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Luksemburg pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares mengatakan ketiga negara tersebut telah secara resmi meminta agar masalah ini dimasukkan dalam agenda.
"Spanyol, bersama dengan Slovenia dan Irlandia, telah meminta agar penangguhan Perjanjian Asosiasi antara Uni Eropa dan Israel dibahas dan diperdebatkan hari ini,” kata Albares seperti dilansir Aljazirah.