Mengenal Heydar 110, Armada Nyamuk Iran yang Bikin AS Ketar Ketir Perang di Laut
- Istimewa
Siap – Angkatan Laut Republik Islam Iran tengah menyiapkan kekuatan penuh seiring meningkatnya tensi panas dengan Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz.
Salah satu kekuatan yang cukup ditakuti adalah armada nyamuk Iran.
Ini bukan sekedar kapal kecil dengan senapan mesin biasa, melainkan kapal-kapal yang membawa rudal jelajah, torpedo, dan kemampuan perang elektronik.
Disitat dari kanal YouTube Metro tv, hal itu menggambarkan filosofi pertahanan Iran. Yakni dengan biaya rendah, tapi mampu memberikan resiko yang sangat tinggi bagi agresor.
Republik Islam itu memiliki armada nyamuk yang memiliki kemampuan pertahanan untuk menjaga wilayah kedaulatan negaranya dari serangan musuh.
Di antara kapal cepat itu bernama Heydar-110 milik Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.
Kapal-kapal kecil itu dilengkapi rudal anti kapal dengan kecepatan 203 km/h.
Iran Desak AS Bebaskan Kapal Tosca
- Siap,viva/Reuters
Sumber militer Amerika Serikat menyebut, bahwa Teheran memiliki jumlah kapal yang sangat besar.
Bahkan, jika hanya 5 persen dari kapal-kapal yang dilengkapi rudal anti kapal itu berhasil menembus barisan pertahanan AS, maka dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada armada Amerika Serikat.
Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Sayid Mojtaba Khamenei bersumpah angkatan laut Iran akan membuat Amerika Serikat merasakan kekalahan baru.
Ia menegaskan, bahwa tentaranya kini berdiri dalam barisan rapat dan teguh bahu membahu dengan para pejuang lain di angkatan bersenjata, dan telah berhadapan dengan dua kekuatan utama dari kubu arogansi.
"Mereka telah bertempur melawan dua kekuatan utama dari barisan yang angkuh dan berhasil menunjukkan kelemahan serta kehinaan lawan di mata dunia," tegasnya.
"Sebagaimana pesawat nirkabel (drone) militer yang menyambar para penjahat Amerika dan Zionis Israel bak kilat," sambungnya.
"Angkatan laut yang gagah berani juga kini bersiap memberikan kekalahan baru yang menyakitkan bagi musuh-musuhnya," timpal dia lagi.
Hal itu disampaikan usai Amerika Serikat memblokade kapal yang menuju dan berlayar dari Iran yang merupakan pelanggaran gencatan senjata.
IRGC menyebut, tindakan blokade laut yang dilakukan Presiden AS Donald Trump adalah pembajakan dan perampokan maritim.