Tegas! Petugas Lapas Gunung Sindur Musnahkan 55 HP Hasil Razia di Sel Napi
- Istimewa
Siap – Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur menghancurkan sebanyak 55 handphone hasil razia dari blok hunian para napi. Pemusnahan ini dilakukan usai apel Ikrar Zero Halinar pada Senin, 20 April 2026.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Bambang Widjanarko, mengungkapkan tindakan tegas ini adalah bagian dari komitmen jajarannya dalam mendukung upaya zero handphone, pungutan liar dan narkoba (Halinar) di lingkungan pemasyarakatan.
"Jadi kita dari Lapas Gunung Sindur berkomitmen untuk Zero HP, Pungli, maupun Narkoba.
Dan juga khususnya untuk warga binaan dan pegawai pun juga demikian, kalau katakanlah ada pelanggaran pun akan kita tindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya.
Bambang mengungkapkan, sebanyak 55 ponsel ini ditemukan dalam razia yang berlangsung sejak periode Januari hingga Maret 2026.
"Jadi pada hari ini kita melaksanakan pemusnahan hasil razia dari bulan Januari sampai dengan Maret sejumlah 55 HP," jelasnya.
Petugas Lapas Gunung Sindur musnahkan HP hasil razia
- Istimewa
Lebih lanjut Bambang mengatakan, HP adalah salah satu barang terlarang bagi warga binaan. Rata-rata, mereka yang kedapatan membawa ponsel berdalih hanya untuk komunikasi dengan keluarga.
"Tapi sebenarnya kita juga sudah menyediakan wartel khusus, tapi yang namanya mereka selalu mencari celah yang ada di kita, tapi kita tidak bosan-bosan setiap hari juga kita laksanakan razia," ujarnya.
Bambang memastikan, mereka yang kedapatan melanggar aturan bakal menjalani sanksi berat, termasuk penggunaan HP.
"Jadi sanksi untuk warga binaan sendiri karena ini termasuk dalam kategori pelanggaran berat, kita masukkan dalam sel pengasingan dan kita catat dalam Register F yang artinya semua hak-hak warga binaan tidak kita berikan," tuturnya.
Produksi Kandang Baterai
Sementara itu, Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor sukses memproduksi kandang baterai untuk ayam petelur.
Hebatnya lagi, hasil produksi warga binaan itu kini banyak diminati pasar, dan bahkan telah ramai dipesan lapas maupun rutan di sejumlah daerah.
Kalapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Bambang Widjanarko, mengatakan kandang baterai ini adalah bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.