Gawat! Rudal Iran Sudah Bidik Kapal Perang AS, Hitungan Menit Bisa Bikin Hancur

Rudal balistik Iran ladeni Amerika Serikat
Sumber :
  • Istimewa

Konsekuensi Ekonomi Global: Bom Waktu $200 per Barel

img_title Sangar, Dalam Semalam Iran Hancurkan 9 Pesawat Tempur AS, Washington Makin Tekor

Situasi ini sangat kritis karena Selat Hormuz melayani sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Setiap hari, sekitar 20,5 juta barel minyak melewati jalur sempit ini.

img_title Iran Dapat 'Pelajaran Mahal' dari AS dan Israel, Hasilnya Wajib Diwaspadai Lawan

Gangguan total di jalur ini dikhawatirkan dapat memicu lonjakan harga minyak hingga $150–$200 per barel.

Angka ini akan mempercepat resesi ekonomi global secara drastis.

img_title AS Kehilangan Aset Canggih di Hormuz, Iran Ungkap Klaim Mengejutkan

Tiongkok disebut sebagai negara yang paling terdampak oleh blokade ini.

Menurut New York Times, Beijing memperoleh 35 persen energinya melalui Teluk Persia.

China kini dilaporkan mulai menarik cadangan strategisnya untuk menjaga roda ekonomi tetap berjalan.

Pasukan Darat Iran Siaga Total

Tidak hanya angkatan laut, seluruh jajaran militer Iran juga disiagakan.

Panglima Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, menekankan kesiapan militer penuh negaranya untuk menghadapi ancaman dan agresi lawan.

"Angkatan Bersenjata Iran tetap waspada dan siap untuk merespons secara tegas," katanya dikutip dari Tasnim News pada Jumat, 17 April 2026.

Ia memastikan bahwa Angkatan Darat Iran mengikuti perintah Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.

Pasukan ini mengandalkan kemampuan dalam negeri, pengetahuan terkini, dan semangat yang kuat.

"Dengan tekad yang teguh, pengawasan yang cermat, kemauan yang kuat, dan jari-jari di pelatuk, siap menghadapi setiap ancaman atau tindakan agresi musuh dan akan tetap berkomitmen pada sumpahnya hingga napas terakhir."

Mayor Jenderal Hatami juga menegaskan bahwa Angkatan Darat Iran akan terus seperti di masa lalu, bergerak dengan teguh dan penuh kekuatan.

"Menuju terwujudnya cita-cita luhur Revolusi Islam dan melayani rakyat, berdiri dengan hormat dan perlawanan hingga mencapai kemenangan akhir."

Dunia Dalam Ancaman

Selat Hormuz saat ini adalah titik konflik paling berbahaya di dunia.

Iran telah mengancam akan menenggelamkan semua kapal perang AS.

AS mengerahkan kekuatan armada terbesarnya dalam dekade terakhir.

Kapal tanker China berhasil menerobos blokade, menunjukkan bahwa kontrol AS tidak sepenuhnya sempurna.

Sementara itu, ribuan pelaut dari berbagai negara terjebak di tengah, menjadi sandera situasi yang tidak pasti.

Dunia kini hanya bisa berharap bahwa akal sehat masih bersisa di kedua belah pihak.

Halaman Selanjutnya
img_title